BORNEONEWS, Pulang Pisau - Curah hujan yang sangat lebat, Selasa (22/11/2016) sejak pukul 04.00 WIB hingga pukul 10.00, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, kebanjiran. Kondisi drainase yang tertutup saat pembangunan gorong-gorong membuat air tidak berjalan lancar, dianggap sebagai salah satu penyebab air menggenang.
"Airnya sampai masuk ke rumah dan baru kali ini terjadi," kata Haru, warga RT XIV Anjir, Pulang Pisau. Selain rumahnya beberapa rumah lainnya juga mengalami genangan yang cukup tinggi dalam rumah.
Demikian juga kondisi luapan air karena hujan lebat tersebut menggenangi wilayah Rey VIII Desa Mantaren II. Rian salah seorang warga mengatakan kondisi drainase yang tertutup pada saat pembangunan gorong-gorong membuat air tidak berjalan lancar. "Lokasi jalan darurat berupa timbunan terpaksan dibongkar warga untuk melancarkan aliran air," kata Rian.
Di Desa Anjir, Kelurahan Bereng dan Kelurahan Pulang Pisau, juga kebanjiran. "Hujan disertai pasang membuat air meluap, dan banjir hampir merata di wilayah Pulang Pisau," ujar Yudi warga Kelurahan Pulang Pisau.
Demikian juga sejumlah wilayah di Kecamatan Jabiren Raya, Kecamatan Maliku juga tergenang banjir. Blok B Desa Gandang Barat juga menjadi langganan setiap hujan lebat, tapi untuk saat ini tidak separah banjir sebelumnya, ujar Heri warga Maliku.
Hingga kemarin hujan masih mengguyuri Pulang Pisau dan sekitarnya. "Bila hujan tak kunjung reda, kemungkinan debit air akan bertambah," kata Heri. (JAMES DONNY/N).








