PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah terus berkomitmen dalam pengembangan literasi dan pelestarian bahasa daerah melalui kegiatan Uji Keterbacaan Cerita Anak Dwibahasa yang dilaksanakan pada 6–7 November 2025 di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini secara resmi dibuka oleh Koharoyan, Kepala Seksi Kurikulum, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan, dan ditutup oleh Kambang, Kepala Subbagian Umum BBPKT.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana buku cerita anak dwibahasa mudah dipahami dan menarik bagi pembacanya, khususnya siswa sekolah dasar dan menengah pertama.

“Melalui uji keterbacaan ini, kami ingin memperoleh masukan langsung dari para siswa sebagai pembaca sasaran. Penilaian mereka menjadi bahan penting dalam meningkatkan kualitas buku cerita dwibahasa, baik dari sisi bahasa, isi, maupun ilustrasinya,” ujar Sukardi pada Selasa, 11 November 2025.

Pada hari pertama, kegiatan diikuti oleh 21 peserta yang terdiri atas 1 orang guru pendamping dan 20 siswa sekolah dasar.

Sementara pada hari kedua, peserta juga berjumlah 21 orang yang terdiri atas 1 guru pendamping dan 20 siswa sekolah menengah pertama.

Selama kegiatan, para peserta diminta membaca buku cerita terjemahan yang memuat unsur bahasa daerah, kemudian memberikan penilaian terhadap tingkat keterbacaan isi buku tersebut.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para siswa tidak hanya mampu memahami isi cerita dengan baik, tetapi juga menyukai ilustrasi dan alur cerita yang disajikan.

Selain itu, kegiatan ini turut menumbuhkan minat peserta dalam mempelajari bahasa daerah yang digunakan dalam buku tersebut.

“Anak-anak tampak antusias karena selain menikmati ceritanya, mereka juga belajar mengenal kosakata dalam bahasa daerah. Ini langkah kecil namun penting dalam menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya lokal,” tambah Sukardi Gau.

Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai daerah untuk mendukung pengembangan bahan bacaan anak yang bermutu, menarik, dan kontekstual dengan budaya lokal.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya BBPKT dalam mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi.(TESTI PRISCILLA)