SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan bantuan hibah sebanyak 10 unit sarana prasarana dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah semakin mempermudah penanganan sampah di kabupaten setempat.

"Kita menerima bantuan dari provinsi berupa sarana prasarana persampahan terdiri atas dump truck satu unit, dump truck ambrol dua unit, dump truck compactor satu unit dan kontainer enam unit," kata Kepala DLH Kotim Marjuki di Sampit, Selasa, 11 November 2025.

Selain untuk mengangkut menggunakan dump truck dan dump truck ambrol, armada tersebut mengurangi volume sampah dengan menggunakan pemadat di dump truck compactor.

Kontainer sampah nantinya disebar di beberapa depo yang volume sampahnya besar, selanjutnya ditarik menggunakan dump truck ambrol untuk percepatan pengangkutan agar tidak sampai basah sehingga bisa menghindari bau.

Armada bantuan pemerintah provinsi melalui Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah itu kian memperkuat sarana dan prasarana yang sudah ada. Selama ini DLH Kotawaringin Timur mengoperasikan armada yang terdiri atas dump truck delapan unit, dump truck ambrol dua unit dan loader dua unit.

DLH juga memiliki ekskavator dua unit namun kondisinya rusak berat sehingga selama ini menyewa dua unit ekskavator, ditambah operasional bantuan dari Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP).

DLH juga mengoperasikan dua ekskavator mini yang sebelumnya merupakan pengalihan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kepada DLH. Keberadaan dua ekskavator mini tersebut cukup membantu upaya mengurai dan mengangkut sampah.

Keberadaan delapan depo yang ada di Sampit juga terus dioptimalkan, mulai dari efisiensi waktu pengangkutan hingga pemilahan.

Hal ini terbukti efektif karena rata-rata pengangkutan sampah sudah selesai pada siang hari dan jumlah sampah yang diangkut juga semakin berkurang karena sudah dipilah.

"Sekarang rata-rata hanya berkisar 15 sampai 17 rit per hari dengan volume sampah sekitar 70 ton. Bahkan terkadang hanya 10 rit per hari karena volume sampah tiap hari fluktuatif. Jauh berkurang dibanding dulu yang sampai 25 hingga 35 rit dengan volume sampai 130 ton per hari," jelas Marjuki.