BORNEONEWS, Kumai – Lomba panahan tradisional menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian Gebyar ke-30 MTsN 2 Kotawaringin Barat yang digelar di halaman madrasah tersebut, Selasa, 11 November 2025. Kegiatan ini diikuti sekitar 140 peserta dari berbagai jenjang, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga kategori umum se-Kabupaten Kotawaringin Barat.
Lomba dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 2 Kotawaringin Barat, Suratno, S.Pd., pada pukul 08.00 WIB. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa panahan tradisional memiliki nilai olahraga sekaligus ibadah.
“Panah tradisional merupakan olahraga yang disunahkan oleh Nabi besar Muhammad SAW. Tujuan lomba ini untuk memperkenalkan panahan kepada masyarakat, baik di Kecamatan Kumai maupun di seluruh Kotawaringin Barat, agar olahraga ini semakin dikenal dan berkembang. Junjung terus sportivitas dalam mengikuti perlombaan ini,” ujarnya.
Koordinator lomba, Wahlan, S.Pd., menuturkan bahwa lomba panahan tradisional ini berlangsung selama dua hari, 11 sampai 12 November 2025, dan telah menjadi agenda tahunan madrasah setiap momen peringatan hari lahirnya.
“Lomba panahan tradisional sudah menjadi tradisi setiap tahun bertepatan dengan ulang tahun MTsN 2 Kobar. Selain melatih fokus dan ketangkasan, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antar sekolah di Kobar,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Mereka tampil percaya diri dengan busana khas dan warna-warna mencolok yang menambah semarak suasana. Orang tua, pelatih, dan masyarakat umum turut memadati area lomba untuk memberikan dukungan.
Perwakilan orang tua peserta, Munawarah, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih karena lomba ini dapat melatih mental anak dalam berkompetisi dan menumbuhkan semangat untuk terus berlatih. Semoga kegiatan seperti ini terus digelar agar anak-anak makin percaya diri,” katanya.
Salah satu peserta dari SD IT Cendikia, Attayasa, mengaku senang dapat ikut berpartisipasi. Ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti lomba panahan, dan meski masih pemula, ia sudah mampu mencetak poin di babak penyisihan.
“Ini pertama kali saya ikut lomba panahan. Awalnya agak gugup, tapi setelah mencoba jadi senang, apalagi bisa dapat poin juga,” ujarnya sambil tersenyum.
Penyerahan hadiah lomba panahan tradisional dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2025, bertepatan dengan acara puncak Gebyar ke-30 MTsN 2 Kotawaringin Barat.
Sebagai ajang tahunan, lomba ini bukan sekadar adu ketepatan membidik sasaran, tetapi juga sarana menumbuhkan karakter sportivitas, disiplin, dan percaya diri di kalangan pelajar. Dari busur-busur sederhana, semangat generasi muda diarahkan untuk menembus lebih dari sekadar target papan panah yakni menjadi pribadi yang tangguh dan berdaya saing di masa depan. (SITI AKOBAH/j)









