BORNEONEWS, Mamuju - Harapan kontingen catur Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk meraih medali di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Percasi 2025 di Mamuju, Sulawesi Barat, masih terbuka lebar. Seluruh asa kini tertumpu pada pertandingan babak kesembilan atau partai terakhir kategori junior yang akan menjadi penentu podium bagi para atlet andalan Kalteng, khususnya Rafa Firjatullah dan Alvin Natalegawa.
Perjuangan para pecatur Kalteng diakui tidak mudah, mengingat persaingan di papan atas sangat ketat. Pelatih catur Kalteng, MI Amrullah Hasibuan, menyatakan bahwa peluang masih ada dan semua bisa terjadi di babak penentuan. Ia pun membeberkan hasil analisis dan perhitungan peluang medali berdasarkan klasemen dan 'tie-break' setelah babak delapan usai.
Fokus utama tertuju pada Rafa Firjatullah, yang saat ini kokoh di peringkat tiga klasemen sementara dengan koleksi 6 poin. Menurut analisis Amrullah, peluang Rafa untuk merebut medali emas memang sudah tertutup atau mustahil.
"Untuk emas, sepertinya tidak mungkin, mengingat poin pecatur di atasnya (NM As Syahsyah, 7 poin) memiliki tie-break yang sudah tidak terkejar," ungkap Amrullah kepada Borneonews, Rabu, 12 November 2025.
Meski begitu, harapan terbesar bagi Rafa terletak pada medali perak. Skenario ini bisa terwujud jika Rafa berhasil memenangkan pertandingan terakhirnya sehingga mengoleksi 7 poin.
Kemenangan ini harus dibarengi dengan hasil remis atau kalah yang diraih oleh pecatur peringkat dua, NM Steven Tan (DK Jakarta), yang saat ini mengantongi 6,5 poin.
"Tiebreak Rafa lebih unggul dari Steven Tan, jadi jika poin akhir sama-sama 7, Rafa yang akan menempati peringkat lebih tinggi," jelasnya.
Peluang medali perunggu juga masih sangat realistis bagi Rafa. Menurut perhitungan Amrullah, skenario perunggu bisa terjadi seandainya di partai terakhir Rafa menang (total 7 poin), sementara NM Steven Tan di peringkat dua juga menang (total 7,5 poin), dan pimpinan klasemen NM As Syahsyah (Jatim) turut menang (total 8 poin). Dengan hasil ini, Rafa akan mengunci posisi ketiga dan berhak atas medali perunggu.
Sementara itu, atlet Kalteng lainnya, Alvin Natalegawa, yang kini mengantongi 5,5 poin, juga masih memiliki peluang tipis untuk meraih medali. Berdasarkan analisis, peluang Alvin untuk emas dan perak sudah dipastikan tertutup karena selisih poin dan tie-break para pemimpin klasemen.
Satu-satunya harapan Alvin adalah meraih medali perunggu, meski dengan skenario yang cukup berat dan bergantung pada hasil pecatur lain.
"Peluang perunggu Alvin lebih bersifat 'penjaga gawang'. Ini bisa terjadi jika Rafa kalah, beberapa pecatur lain dengan poin 6 juga kalah, dan Alvin berhasil menang (total 6,5 poin), namun ia juga harus bersaing tie-break dengan pemain lain," tutur Amrullah.
"Semua ditentukan di partai pamungkas ini. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kalimantan Tengah agar para atlet bisa bermain maksimal, fokus, dan membawa pulang medali kebanggaan untuk Bumi Tambun Bungai," tutupnya. (SABRIANOOR/y)









