KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Taman Raja Bunu, yang seharusnya menjadi oase teduh di jantung Kota Kuala Kapuas, kini diselimuti keresahan. Fungsi utama taman sebagai tempat warga melepas lelah dan bernaung dari teriknya matahari mulai terganggu oleh masalah keamanan yang kian meruncing.

Kenyamanan taman ikonik yang terletak tepat di tengah kota tersebut kini mulai terusik. Warga melaporkan bahwa kawasan ini menjadi rawan, terutama setelah terungkapnya beberapa kasus pemukulan yang terjadi di area taman. Insiden ini sontak membuat citra taman sebagai ruang publik yang aman mulai luntur.

Kekhawatiran ini diperkuat oleh kesaksian sejumlah warga yang melihat langsung aktivitas mencurigakan. Taman yang rindang tersebut diduga telah beralih fungsi menjadi tempat berkumpul kelompok-kelompok tertentu untuk melakukan kegiatan negatif, terutama pesta minuman keras.

Salah seorang warga Kapuas, Huda, secara terbuka mengungkapkan apa yang dilihatnya. Ia memperingatkan warga lain untuk lebih berhati-hati saat bersantai di taman tersebut. 

"Sering dijadikan tempat minum-minuman berkelompok, hati-hati saja yang sering bersantai disitu," ungkap Huda, Rabu, 12 November 2025.

Senada dengan Huda, warga lain yang enggan disebutkan namanya, mendesak agar pihak berwenang mengambil langkah serius. Ia menghimbau agar patroli aparat keamanan lebih diintensifkan di kawasan tersebut, tanpa memandang waktu, untuk membubarkan aktivitas yang meresahkan.

"Baik siang atau malam banyak kumpulan yang tidak beres di situ. Pihak berwenang mesti rajin patroli," tegas sumber tersebut. 

enurutnya, kehadiran aparat secara rutin diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah terjadinya tindak kriminal.

Meskipun diketahui pihak kepolisian setempat sudah beberapa kali melakukan patroli di lokasi, laporan warga menyebutkan aktivitas mabuk-mabukan masih kerap terjadi. Warga berharap ada tindakan yang lebih tegas dan konsisten agar Taman Raja Bunu dapat kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua. (SABRIANOOR/H)