BORNEONEWS, Sampit – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Haji Asan Sampit memperkirakan banjir pesisir yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akibat pasang maksimum air laut masih akan berlangsung hingga Sabtu, 15 November.
Prakirawan BMKG, Rahmat Wahidin Abdi, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan siklus pasang surut periodik yang berdampak pada wilayah pesisir seperti Kecamatan Pulau Hanaut dan Mentaya Hilir Selatan.
"Banjir yang terjadi sekarang memang karena pasang tinggi air laut, dan area yang terdampak adalah wilayah pesisir. Berdasarkan prakiraan pasut harian, pasang maksimum terjadi pada tengah malam dan diperkirakan masih berlangsung hingga tanggal 15," jelas Rahmat, Rabu, 12 November 2025.
Puncak pasang air laut diperkirakan terjadi setiap malam, terutama menjelang dini hari. Setelah tanggal 15 November, kondisi pasang diharapkan mulai menurun secara bertahap.
BMKG akan terus memperbarui informasi pasang surut harian agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan terkini dan melakukan antisipasi.
Ia pun mengimbau warga pesisir untuk tetap waspada selama periode pasang maksimum.
"Amankan barang-barang penting dan hindari beraktivitas di tepi pantai pada malam hari. Lebih baik berjaga hingga kondisi air benar-benar surut," pesannya.
BMKG terus memantau perkembangan pasang surut serta potensi cuaca ekstrem yang dapat memperburuk kondisi genangan di wilayah pesisir Kotim. (DEVIANA/j)









