BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan edukasi gizi di TK Shalahuddin Palangka Raya tidak hanya berdampak pada anak-anak, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa. Mereka dilibatkan secara aktif dalam proses kreatif pembuatan teater mini yang menjadi media utama dalam kegiatan ini.
Mahasiswa dari dua institusi berbeda, FKIP Universitas Palangka Raya dan Poltekkes Palangka Raya berkolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan pertunjukan yang edukatif dan menarik. Dari penulisan naskah hingga pengambilan gambar, semua dilakukan dengan semangat belajar dan berbagi.
“Ini bukan sekadar tugas kuliah, tapi pengalaman nyata berinteraksi dengan dunia pendidikan anak usia dini,” ungkap Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UPR, Syarah Veniaty kepada Borneonews pada Kamis, 13 November 2025.
Pertunjukan yang ditampilkan mengangkat tema keseharian anak-anak, seperti memilih bekal sehat dan pentingnya minum air putih. Dengan gaya naratif yang ringan dan visual yang ceria, pesan gizi disampaikan tanpa kesan menggurui.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa seni pertunjukan dapat menjadi media pembelajaran yang efektif. Mahasiswa belajar menyusun pesan edukatif yang sesuai dengan usia anak-anak dan mengemasnya dalam bentuk yang menghibur.
“Melalui teater, mahasiswa belajar menyampaikan ilmu gizi dengan bahasa anak-anak,” tutur syarah lagi. (TESTI PRISCILLA/Y)









