PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP melalui Divisi Program Pelayanan mengumumkan hasil seleksi tahap presentasi untuk Program Grant Riset Sawit Tahun 2025. Sebanyak 55 proposal riset dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke tahap berikutnya setelah melalui proses seleksi ketat oleh Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP.

Kepala Divisi Program Pelayanan BPDP, Arfie Thahar, menyampaikan bahwa seleksi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BPDP dalam mendorong riset dan inovasi di sektor kelapa sawit nasional.

“Kami telah melakukan serangkaian tahapan seleksi mulai dari evaluasi administrasi, penilaian substansi, hingga presentasi proposal. Dari proses tersebut, terpilih 55 proposal terbaik yang dinilai memiliki relevansi tinggi terhadap pengembangan industri sawit berkelanjutan,” kata Arfie pada Kamis, 13 November 2025.

Menurut Arfie, Grant Riset Sawit 2025 menjadi wadah bagi lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan individu peneliti untuk berkontribusi dalam peningkatan produktivitas, efisiensi, serta keberlanjutan industri sawit Indonesia. Program ini diharapkan menghasilkan temuan dan inovasi yang dapat menjawab tantangan strategis, mulai dari aspek hulu, hilir, hingga isu sosial dan lingkungan.

“Fokus riset tahun ini mencakup berbagai bidang, seperti peningkatan produktivitas tanaman, diversifikasi produk turunan sawit, penguatan tata kelola dan keberlanjutan, hingga pengembangan energi terbarukan berbasis sawit,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan dengan melibatkan para ahli dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi serta lembaga penelitian nasional.

“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap proposal yang terpilih benar-benar memiliki nilai strategis dan berpotensi memberikan dampak nyata bagi industri dan masyarakat,” kata Arfie.

Arfie juga menegaskan bahwa setelah tahap presentasi ini, BPDP bersama Komite Penelitian dan Pengembangan akan melakukan evaluasi lanjutan dan verifikasi kelayakan pendanaan sebelum hasil akhir ditetapkan.

“Dari 55 proposal tersebut, nantinya akan diseleksi kembali untuk menentukan yang berhak menerima dukungan pendanaan penelitian dari BPDP,” ujarnya.

Program Grant Riset Sawit merupakan salah satu instrumen strategis BPDP dalam mendukung hilirisasi, peningkatan daya saing, serta penguatan prinsip keberlanjutan industri sawit nasional. Melalui program ini, BPDP terus memperkuat sinergi antara dunia akademik, industri, dan pemerintah guna mempercepat pencapaian target riset unggulan sawit Indonesia. (TESTI PRISCILLA/y)