BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Makam Kyai Gede di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bakal diproyeksikan sebagai tempat wisata religius.

"Makam Kyai Gede sudah dikenal di Kabupaten Kotawaringin Barat bahkan hingga keluar daerah, sehingga kedepannya akan kita proyeksikan sebagai tempat wisata religius," kata Calon Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat, Nurhidayah saat mengunjungi Makam Kyai Gede di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Selasa (22/11/2016).

Menurut dia, rencana menjadikan Makam Kyai Gede sebagai destinasi wisata religi tak lepas dari nilai sejarah keagamaan dari tokoh Kyai Gede. Untuk mewujudkan hal itu pihaknya nanti akan memperhatikan dan memprioritaskan melalui anggaran daerah guna pengembangan wisata Makam Kyai Gede.

Ia menjelaskan, proyeksi untuk menjadikan makam Kyai Gede sebagai tempat wisata religi sejalan dengan keinginannya untuk menggarap sejumlah potensi wisata yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat.

"Ada beberapa konsep yang bakal digarap untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata diantaranya konsep wisata alam, wisata sejarah dan wisata religi," terang Nurhidayah.

Keinginan untuk mewujudkan hal itu, menurut dia, dimulai dengan melakukan pembenahan baik sarana dan prasarana terutama memperbaiki akses jalan agar pengunjung dapat dengan nyaman saat berkunjung untuk berziarah ke makam Kyai Gede.

"Juga harus selaras dengan pengembangan usaha ekonomi kreatif semisal melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha dengan produk yang dihasilkan seperti tasbih dan Kaligrafi," ujar Nurhidayah.

Seorang pelaku pariwisata di Kabupaten Kotawaringin Barat, A. Yani mengaku bahwa ia sangat mendukung keinginan dari Calon Bupati Kotawaringin Barat untuk menjadikan Makam Kyai Gede sebagai tempat wisata religi yang ia nilai sangat minim jumlahnya di Kabupaten Kobar.

Walau begitu ia berharap agar dengan pengembangan wisata tersebut nilai sakralisasi Makam Kyai Gede dapat terjaga dengan baik. Selain itu ia menyarankan bahwa dengan dikembangkannya sebagai tempat wisata maka nantinya ada beberap hal yang harus mendapat perhatian di antaranya adalah bagaimana destinasi tersebut dapat dikenal luas bukan saja di daerah tetapi juga di mancanegara.

Selain itu juga adalah database terkait dengan riwayat dan sejarah Kyai Gede, hal ini harus dikuasai oleh pemandu wisata religi ditempat tersebut.

"Jam kunjung juga harus mulai diatur nantinya dan yang paling vital adalah bagaimana memperbaiki akses menuju makam tersebut," kata A. Yani.

Ia juga mengatakan,pengembangan Makam Kyai Gede sebagai tempat wisata religius harus terintegrasi dengan usaha ekonomi kreatif masyarakat, seperti pemanfaatan limbah kayu untuk pembuatan tasbih yang bernilai ekonomi.

"Peluang pasar dari sektor wisata juga harus dilirik untuk kesejahteraan masyarakat," tutup A.Yani. (KOKO SULISTYO/m)