KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebanyak 26 tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) dari 26 Puskesmas se-Kabupaten Kapuas telah mengikuti Workshop Pemeriksaan Laboratorium Terkait Penyakit Tidak Menular (PTM) Prioritas yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Ahmad Haspiani mengungkapkan bahwa percepatan pencapaian target skrining PTM prioritas membutuhkan berbagai upaya, salah satunya adalah melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia, khususnya para ATLM yang bertugas di Puskesmas. 

Menurutnya, upaya deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium merupakan langkah krusial dalam pencegahan dan pengendalian PTM, sejalan dengan program transformasi layanan primer Kementerian Kesehatan.

"Saya berharap setelah mengikuti workshop ini, para peserta semakin yakin dan percaya diri dalam melakukan pemeriksaan serta mampu menghasilkan data yang akurat," ungkapnya, Kamis, 13 November 2025.

Keyakinan dan akurasi hasil pemeriksaan menjadi fondasi penting dalam memberikan diagnosis dan penanganan PTM yang tepat waktu dan efektif di tingkat layanan primer.

Workshop telah menghadirkan narasumber kredibel, termasuk dokter Spesialis Patologi Klinik dari RSUD dr. Soemarno Sosroatmodjo, serta perwakilan dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kapuas. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi teoretis mendalam mengenai PTM seperti Diabetes Melitus, Hipertensi, Penyakit Jantung, dan Penyakit Ginjal Kronik yang merupakan penyebab utama kematian dan disabilitas di Indonesia tetapi juga fokus pada praktik lapangan.

Sesi praktik lapangan di Labkesda Kapuas menjadi inti dari kegiatan tersebut, dirancang guna memperdalam keterampilan ATLM dalam pemeriksaan laboratorium untuk skrining PTM. Dengan fasilitas yang memadai dan bimbingan ahli, peserta diajak mempraktikkan teknik dan prosedur standar, memastikan mereka menguasai betul aspek teknis yang dibutuhkan di lapangan. (SABRIANOOR/H)