PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala MTSN 1 Palangka Raya, Rita Sukaesih membenarkan adanya temuan ulat di dalam sajian makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya.

Pernyataan ini disampaikan setelah adanya laporan dari salah satu siswa terkait insiden tersebut.

“Kemarin saya ada menyampaikan statemen satu saja dari 800-an, karena yang melapor hanya satu. Jadi anak-anak (lainnya) tidak melapor ke kami,” kata Rita saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 13 November 2025.

Ia menjelaskan bahwa dari sekitar 800 siswa yang mengikuti program tersebut, hanya satu laporan yang diterima terkait temuan ulat.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu siang, 12 November 2025, saat kegiatan makan siang bersama. Salah satu siswa melaporkan kepada guru karena menemukan ulat di dalam sajian makanan yang seharusnya bergizi. “Di makanan yang ada ikan teri sama kacang, oseng-oseng gitu,” ungkap Rita.

Makanan yang dimaksud adalah menu oseng-oseng ikan teri dan kacang, yang menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis, Rita menegaskan bahwa siswa yang melapor tidak sempat menyantap makanan tersebut.

“Kebetulan laporan yang satu itu tidak disantap. Kan pas melihat ada ulat ya gak disantap, dan gurunya mengatakan jangan dimakan nak,” jelasnya.

Guru yang mendampingi siswa tersebut langsung memberikan arahan agar makanan tersebut tidak dikonsumsi.

Ia juga memastikan bahwa tidak ada siswa yang sakit setelah mengonsumsi makanan dari program MBG tersebut. “Yang sakit gara-gara pasca makan MBG tidak ada,” tutupnya dengan singkat. (PATHUR/R)