BORNEONEWS, Palangka Raya – Kabar membanggakan datang dari dunia medis Indonesia. dr. Lia Susanti, dokter muda asal RSUD Palangka Raya berhasil meraih APSR / J. Patrick Barron Medical Education Young Investigator Award 2025 salah satu penghargaan medis paling bergengsi di kawasan Asia-Pasifik yang diberikan oleh Asian Pacific Society of Respirology (APSR).
Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam ajang Kongres APSR 2025 di Manila, Filipina yang mempertemukan para ahli dan peneliti medis dari berbagai negara.
dr. Lia meraih pengakuan internasional berkat penelitiannya berjudul: “The Role of Epigallocatechin Gallate–Chlorogenic Acid (Green Tea and Green Coffee) on IL-6 Levels and Pulmonary Fibrosis Progression in Metabolic Syndrome Rats.”
Penelitian tersebut menyoroti potensi senyawa aktif dalam teh hijau dan kopi hijau dalam menekan perburukan fibrosis paru pada sindrom metabolik, dengan fokus pada pengaruh terhadap kadar IL-6.
Karya ini dinilai memberikan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu respirasi dan pendidikan medis eksperimental.
“Semoga dengan penghargaan ini masyarakat Indonesia bisa terpacu untuk lebih bersemangat dalam melakukan penelitian dan mengharumkan nama Indonesia,” ujar dr. Lia Susanti, Kamis 13 November 2025.
Saat ini dr. Lia Susanti tengah menempuh pendidikan Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Universitas Brawijaya Malang, sembari aktif melakukan penelitian di bidang kesehatan pernapasan dan pendidikan medis.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan besar bagi Palangkaraya dan Kalimantan Tengah, karena putri daerah berhasil menorehkan prestasi di panggung ilmiah internasional.
Jika di bidang olahraga masyarakat bangga ketika atlet Indonesia meraih medali emas di Asian Games, maka di dunia akademik dan kedokteran, penghargaan ini memiliki nilai prestise yang setara, bahkan lebih tinggi karena melibatkan persaingan ilmuwan dari berbagai negara maju di Asia-Pasifik.
Dengan adanya penghargaan ini, telah terbukti bahwa sumber daya manusia Kalimantan Tengah mampu bersaing di panggung internasional, menunjukkan potensi besar daerah dalam menghasilkan talenta unggul di bidang kesehatan dan penelitian.
APSR / J. Patrick Barron Award sendiri merupakan bentuk pengakuan terhadap peneliti muda berusia di bawah 40 tahun yang berkontribusi dalam inovasi pendidikan dan penelitian medis.
Setiap tahun, hanya segelintir peserta dari ribuan kandidat yang berhasil menerima penghargaan ini. (PATHUR/R)









