BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Daerah Pemilihan (Dapil) III Eddy Mashamy mengimbau masyarakat di wilayah selatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat di wilayah selatan Kotim untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang bisa terjadi dalam empat hari ke depan. Langkah antisipasi perlu dilakukan agar tidak menimbulkan kerugian, baik material maupun keselamatan jiwa,” kata Eddy Mashamy, Kamis, 13 November 2025.
Wilayah selatan Kotim meliputi Kecamatan Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Utara, Teluk Sampit, dan Mentaya Hilir Selatan rentan terdampak bencana akibat cuaca ekstrem.
Eddy menjelaskan, cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai meliputi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, badai petir, dan angin kencang.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan banjir, genangan air, pohon tumbang, hingga gangguan pada transportasi darat dan air.
Legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga memberikan perhatian khusus kepada nelayan dan pengguna transportasi air di sekitar Teluk Sampit dan wilayah perairan lainnya.
Ia meminta agar mereka menunda pelayaran jika terjadi hujan lebat atau badai petir, serta memastikan perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung selalu tersedia dan berfungsi baik.
“Gelombang tinggi dan angin kencang di laut sangat berbahaya, terutama bagi perahu kecil. Jika melihat awan hitam mendekat, sebaiknya segera mencari tempat berlindung yang aman,” imbuhnya.
Masyarakat juga diminta melakukan langkah-langkah pencegahan di lingkungan masing-masing, seperti membersihkan saluran air, memangkas ranting pohon yang rapuh, dan mengamankan benda-benda yang mudah diterbangkan angin.
“Utamakan keselamatan keluarga dan segera laporkan jika terjadi kejadian darurat kepada pihak berwenang seperti BPBD, kepolisian, atau aparat desa/kelurahan,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tetap memantau informasi cuaca dari BMKG dan selalu siaga menghadapi potensi bencana alam di tengah cuaca yang tidak menentu.
“Semoga dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, kita semua bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









