BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP turut ambil bagian dalam ajang Indonesia Research and Innovation (InaRI) Expo 2025 yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.
Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis BPDP untuk memperluas jejaring kolaborasi antara dunia riset dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perkebunan.
Dalam pameran tersebut, BPDP menghadirkan berbagai hasil riset dan inovasi dari program Grant Riset Sawit, antara lain karya dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Pancasila.
Selain menampilkan hasil penelitian, BPDP juga memperkenalkan produk-produk unggulan UMKM mitra yang berbasis komoditas sawit, kelapa, dan kakao.
Kehadiran booth BPDP menarik perhatian para pengunjung, khususnya kalangan akademisi dan pelaku industri yang tertarik pada pengembangan inovasi berbasis perkebunan berkelanjutan.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan bahwa partisipasi BPDP dalam ajang ini merupakan bagian dari strategi memperluas jejaring dan memperkuat ekosistem promosi lintas sektor.
“Selama ini kami sudah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak PAUD, jurnalis, hingga pelaku UMKM. Melalui InaRI Expo, kami ingin membuka kolaborasi baru dengan para periset yang dapat berkontribusi mengembangkan riset dan inovasi di sektor perkebunan,” ujar Helmi dalam rilisnya pada Kamis, 13 November 2025.
Helmi menekankan kegiatan ini menjadi ajang diseminasi dan promosi hasil riset sawit sekaligus memperkenalkan potensi UMKM berbasis perkebunan kepada publik yang lebih luas.
“Kami berharap ada banyak masukan dari para periset yang bisa membantu pengembangan UMKM, termasuk melalui pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan,” tambahnya.
Mengusung tema “Unlocking Innovation, Empowering the Future with AI”, InaRI Expo 2025 menjadi wadah kolaboratif yang mempertemukan peneliti, industri, dan lembaga pendanaan riset.
Dalam konteks ini, BPDP memandang penting pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) untuk memperkuat inovasi, mempercepat hilirisasi hasil riset, serta mendukung pemasaran produk perkebunan yang lebih berkelanjutan.
Melalui keikutsertaannya di InaRI Expo 2025, BPDP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara peneliti, akademisi, dan pelaku UMKM.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan inovasi di bidang perkebunan serta meningkatkan daya saing produk perkebunan Indonesia di pasar global.(TESTI PRISCILLA)









