PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau PBSI Universitas Palangka Raya atau UPR menggelar kegiatan penyuluhan bertema “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju” selama dua hari, 10–11 November 2025, di SMPN 1 dan SMAN 2 Kahayan Tengah.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Penyuluhan tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap karya sastra.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PBSI UPR berupaya menanamkan nilai-nilai kebahasaan dan kesastraan sebagai bagian dari karakter bangsa yang berdaulat dan maju.

Koordinator Program Studi PBSI, Alifiah Nurachmana, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga eksistensi bahasa Indonesia di tengah arus globalisasi.

“Bahasa Indonesia adalah simbol identitas dan kedaulatan bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mengajak pelajar untuk tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia dengan benar, tetapi juga bangga menjadikannya sebagai alat komunikasi utama dalam kehidupan sehari-hari,” kata Alifiah pada Kamis, 13 November 2025.

Kegiatan hari pertama di SMPN 1 Kahayan Tengah berfokus pada bidang kebahasaan, dengan materi berbahasa yang baik dan kreatif di era digital. Para siswa diajak berpartisipasi melalui permainan bahasa, diskusi, dan latihan berbicara efektif.

Antusiasme mereka terlihat dari keaktifan dan semangat selama sesi berlangsung. Sementara pada hari kedua di SMAN 2 Kahayan Tengah, penyuluhan difokuskan pada bidang kesastraan melalui kegiatan menulis dan membaca puisi serta cerpen sederhana.

Menurut Alifiah, keterlibatan langsung mahasiswa dalam kegiatan penyuluhan seperti ini memiliki manfaat ganda: memperkuat kemampuan akademik dan menumbuhkan empati sosial.

“Mahasiswa belajar menerapkan ilmunya secara nyata di masyarakat. Di sisi lain, pelajar di daerah mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya literasi bahasa dan sastra dalam membangun pola pikir yang kritis dan kreatif,” tambahnya.

Kegiatan yang diketuai oleh Faril Falih Saputra tersebut ditutup dengan refleksi, foto bersama, serta penyerahan kenang-kenangan kepada pihak sekolah.

Para guru menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa PBSI UPR yang telah menghadirkan suasana belajar yang inspiratif dan menyenangkan. Melalui penyuluhan ini, semangat cinta bahasa Indonesia kembali dikuatkan di kalangan pelajar Kahayan Tengah.(TESTI PRISCILLA)