PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat jumlah penduduk usia kerja atau PUK di provinsi ini terus mengalami peningkatan.

Pada Agustus 2025, jumlah PUK mencapai 2.158,25 ribu orang, naik 31,94 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk Kalimantan Tengah secara keseluruhan.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti menjelaskan dari total penduduk usia kerja tersebut, sebagian besar tergolong angkatan kerja, yaitu sebanyak 1.476,30 ribu orang, sedangkan sisanya sebanyak 681,96 ribu orang termasuk kategori bukan angkatan kerja.

“Angkatan kerja mencakup penduduk yang bekerja dan mereka yang sedang mencari pekerjaan,” ujarnya pada Kamis, 13 November 2025.

Agnes memaparkan, komposisi angkatan kerja pada Agustus 2025 terdiri atas 1.417,68 ribu orang bekerja dan 58,61 ribu orang pengangguran. Jika dibandingkan dengan kondisi Agustus 2024, jumlah angkatan kerja meningkat 15,39 ribu orang.

“Peningkatan ini terjadi terutama pada kelompok penduduk bekerja yang bertambah 15,41 ribu orang, sementara jumlah pengangguran justru turun 0,02 ribu orang,” jelasnya.

Meski jumlah angkatan kerja meningkat, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru mengalami sedikit penurunan. Pada Agustus 2025, TPAK Kalimantan Tengah tercatat sebesar 68,40 persen, atau turun 0,31 persen poin dibandingkan Agustus 2024.

“TPAK menunjukkan seberapa besar persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi. Penurunan ini bisa disebabkan oleh meningkatnya proporsi penduduk bukan angkatan kerja, seperti pelajar atau ibu rumah tangga,” terang Agnes.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki masih jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan. Pada Agustus 2025, TPAK laki-laki mencapai 85,26 persen.

Sedangkan TPAK perempuan sebesar 50,34 persen. Namun, tren menunjukkan dinamika yang menarik TPAK laki-laki turun 1,24 persen poin, sedangkan TPAK perempuan naik 0,74 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Agnes menilai, peningkatan partisipasi perempuan di pasar kerja menjadi sinyal positif bagi pemerataan peran ekonomi di Kalimantan Tengah.

“Keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi semakin meningkat, meski secara total tingkat partisipasi masih lebih rendah dibanding laki-laki. Hal ini perlu terus didorong melalui penciptaan lapangan kerja yang ramah perempuan dan pelatihan peningkatan keterampilan,” pungkasnya.(TESTI PRISCILLA)