SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit  - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur menggunakan metode Cement Treated Base (CTB) atau lapis fondasi perkerasan semen untuk memperkuat ataupun meningkatkan kualitas jalan di Kota Sampit.

"Pemilihan metode CTB, terutama untuk jalan yang tergolong sudah lama dan memiliki kerusakan sehingga perlu leveling atau peningkatan," kata Kepala Dinas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotawaringin Timur (Kotim) Mentana Dhinar Tistama di Sampit, Kamis, 13 November 2025.

Selain itu, lanjutnya,  belajar dari pengalaman pihaknya menilai penggunaan agregat biasa memiliki potensi kerusakannya lebih besar, khususnya untuk jalan yang sudah lama.

Pihaknya bertahap meningkatkan kualitas jalan, salah satunya Jalan Pramuka yang saat ini dikerjakan dengan metode CTB tersebut.

“Untuk Jalan Pramuka sudah mulai kami kerjakan, panjangnya sekitar 2.100 meter dengan anggaran kurang lebih Rp10 miliar. Kami menggunakan metode CTB, mudah-mudahan dengan begitu kondisi jalan lebih kuat dan tahan lama,” jelasnya.

Jalan Pramuka berada di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang ini merupakan salah satu ruas jalan yang padat lalu lintas di Kota Sampit. Belakangan kondisi jalan tersebut kian memprihatinkan dengan sejumlah lubang dan permukaan yang bergelombang.

Oleh sebab itu, kata dia, jalan ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah segera diperbaiki. Pekerjaan perbaikan jalan ini telah dimulai sejak 31 Oktober 2025 dan ditargetkan selesai sesuai kontrak pada 29 Desember 2025.

“Perbedaannya dengan metode umum, kali ini kami menggunakan metode CTB. Jadi, agregat base course dicampur dengan semen, baru nanti atasnya diaspal. Kalau metode konvensional kan tidak pakai semen,” lanjutnya.

Dengan lapisan di bawah aspal lalu menggunakan CTB, menurut dia, konstruksi di atas struktur jalan lama yang bergelombang menjadi lebih solid dan kuat menopang aspal baru.

“Kalau kelas jalannya tetap, yakni kelas tiga dengan tonase maksimal delapan ton, tapi kami ingin agar grade jalan itu meningkat makanya menggunakan metode ini” kata Mentana.