BORNEONEWS, Palangka Raya - Kecamatan Bukit Batu menggelar sosialisasi pembentukan Bank Sampah dan Pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk Kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan se-Kecamatan Bukit Batu.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik dan mendukung ketahanan pangan mandiri di wilayah tersebut.
Camat Bukit Batu, Hendrikus Satria Budi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan mandiri yang sedang digalakkan oleh pemerintah daerah.
Ia berharap dengan adanya Bank Sampah dan KWT, masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan pendapatan keluarga.
"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kita untuk mendukung program ketahanan pangan mandiri. Dengan adanya Bank Sampah, kita bisa mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA dan menghasilkan nilai ekonomi dari sampah yang didaur ulang. Sementara dengan adanya KWT, ibu-ibu PKK bisa memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan," ujar Hendrikus Satria Budi, Jumat, 14 November 2025.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya. Para narasumber memberikan materi tentang pengelolaan Bank Sampah, cara mendaur ulang sampah, serta teknik bercocok tanam yang baik dan benar.
Para peserta sosialisasi sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka berharap dengan adanya Bank Sampah dan KWT, lingkungan di sekitar mereka menjadi lebih bersih dan sehat, serta dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
Hendrikus Satria Budi berharap kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan mandiri.
"Saya juga berharap kegiatan ini dapat direplikasi di kelurahan-kelurahan lain di Kecamatan Bukit Batu," pungkasnya. (PATHUR/y)









