PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden ke-2 RI, Soeharto, DPD Golkar Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar syukuran pada Jumat, 14 November 2025 siang.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Tengah H. M. Ruslan AS, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kobar yang juga Bupati Kobar, Nurhidayah, Ketua DPD Partai Golkar Kobar Wisman, serta seluruh kader dan simpatisan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Ruslan AS mengatakan bahwa momen ini merupakan hari bersejarah yang sudah lama dinantikan oleh para kader Golkar. 

“Saya selaku Ketua DPD Golkar Provinsi Kalimantan Tengah, setelah ditetapkannya Bapak Jenderal Besar Haji Muhammad Soeharto, Presiden Republik Indonesia ke-2, sebagai Pahlawan Nasional, langsung menginstruksikan kepada seluruh kabupaten se-Kalteng untuk melaksanakan syukuran,” jelas Ruslan AS.

Ruslan AS  menambahkan bahwa instruksi itu juga wujud penghormatan atas jasa panjang Soeharto dalam memimpin bangsa selama puluhan tahun. 

“Di Kalimantan Tengah ada 13 kabupaten dan 1 kota, dan seluruhnya telah kita minta untuk melaksanakan syukuran. Ini sudah kita nantikan berpuluh tahun, karena jasa beliau 32 tahun memimpin bangsa ini sangat besar. Beliau juga merupakan dewan pembina partai,” tegasnya.

Ruslan AS juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh kader Golkar agar meneladani kepemimpinan Soeharto. 

“Kader-kader Golkar harus meneladani kepemimpinan beliau. Saatnya kader bangkit. Seperti yang saya katakan tadi, tidak ada muda tidak ada tua, semua adalah kader. Bahkan kita punya beberapa kader muda di Kalimantan Tengah yang usianya masih di bawah 25 tahun, dan saya sangat bangga,” jelas Ruslan AS.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Kobar sekaligus Bupati Kobar, Nurhidayah, juga menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas penganugerahan gelar tersebut. 

“Kita sebagai kader Partai Golkar patut berbangga dan bersyukur atas apa yang beliau torehkan untuk negeri ini. Tidak dipungkiri, masa kepemimpinan beliau selalu dirindukan,” jelas Nurhidayah.

Nurhidayah juga mengajak seluruh kader Golkar Kobar untuk menjadikan momentum ini sebagai bahan refleksi. 

“Dengan momen ini saya mengajak seluruh kader Partai Golkar Kobar untuk introspeksi, bagaimana pejuang-pejuang partai kita pada saat itu memperjuangkan partai hingga tetap kokoh seperti sekarang. Walaupun setelah lengsernya almarhum Bapak Haji Soeharto, beliau tidak pernah menodai republik ini. Namun secara politik, Partai Golkar hingga kini tetap diperhitungkan secara nasional,” jelas Nurhidayah.

Nurhidayah juga menegaskan bahwa kekuatan Golkar di tingkat nasional dapat terlihat dari banyaknya kepala daerah yang berasal dari partai tersebut. 

“Ini menjadi bukti bahwa Golkar tetap mendapatkan tempat di hati masyarakat,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/H)