SAMPIT –

BORNEONEWS,Sampit - Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengikuti Metode Operasi Wanita (MOW), namun terkendala masalah kesehatan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Yulia Kartika.

"Dari sejumlah 19 akseptor yang mendaftar, setelah dilakukan penelitian laboratorium dan skrining, hanya 15 orang yang memenuhi syarat untuk mengikuti MOW," jelas Yulia Kartika, Jumat, 14 November 2025.

Diketahui Pemkab Kotim melalui  DP3AP2KB setempat bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit melaksanakan MOW. 

Sebanyak 15 akseptor siap mengikuti kegiatan tersebut. Lia menyampaikan antusiasme masyarakat mengikuti progam tersebut cukup tinggi, namun sebagian besar dari mareka tidak bisa  lantaran alasan kesehatan. 

"Jadi doketer tidak berani ambil resiko. Sehingga yang bisa mengikuti program MOW hanya 15 akseptor itu," imbuhnya. 

Lia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan program dari DPA yang diberikan secara gratis kepada masyarakat dan dilakukan setiap tahun sekali. 

"Kegiatan ini bertujuan agar perempuan atau ibu-ibu yang sudah memiliki lebih dari dua atau tiga anak dan memiliki risiko tinggi jika hamil lagi, dapat mengikuti program ini. Kami berharap tahun depan jumlah peserta MOW bisa bertambah, meskipun terkadang masih terkendala persetujuan antara suami dan istri," pungkasnya. (DEVIANA/H)