BORNEONEWS, Sampit – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan kembali mempertahankan predikat Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang tahun ini digelar di Muara Teweh, Barito Utara, pada 15–21 November 2025.
“Mempertahankan juara umum bukan tugas mudah. Namun, tujuan utama kita bukan sekadar meraih juara, melainkan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” kata Bupati Kotim Halikinnor saat melepas kafilah, Jumat, 14 November 2025.
Lanjutnya, tantangan mempertahankan juara umum tahun ini lebih berat karena Barito Utara yang selama selalu berada satu tingkat di bawah Kotim dalam perolehan nilai MTQH menjadi tuan rumah.
Halikinnor menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, pelatih, dan pendamping yang berjuang membawa nama baik Kotim.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kotawaringin Timur, saya memberikan apresiasi dan terima kasih setulusnya. Saudara-saudara semua adalah pahlawan Al-Qur’an, yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menegakkan nilai-nilai Islam dan mencerminkan Kotim sebagai daerah yang religius,” ucapnya.
Untuk memberikan semangat, pemerintah daerah tetap menyiapkan bonus bagi para juara, meskipun tengah melakukan efisiensi anggaran. Bonus tersebut yakni Rp15 juta untuk juara 1, Rp10 juta untuk juara 2, Rp7,5 juta untuk juara 3, dan Rp5 juta untuk juara harapan.
"Kita tetap berikan bonus meskipun efisiensi anggaran, karena agama tidak ada efisiensi," tandasnya.
Ketua LPTQ Kotim Fajrurrahman mengungkapkan, jumlah kafilah yang diberangkatkan mencapai 111 orang. Seluruh peserta mengikuti semua cabang lomba yang dipertandingkan.
“Pemondokan sudah siap. Kita optimis mempertahankan juara umum. Training Center (TC) sudah dilaksanakan, ada yang berlatih hingga dua bulan, baik tatap muka maupun melalui Zoom. Beberapa peserta juga berlatih bersama ustadz dari Palangka Raya dan secara mandiri di Kotim,” katanya.
Fajrurrahman menegaskan meski juara umum menjadi target, esensi utama MTQH tetap seperti yang disampaikan Bupati Kotim yakni membentuk insan pencinta dan pengamal Al-Qur’an. (DEWI PATMALASARI/H)









