PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Praktisi boga dari Lembaga Pelatihan Multi Karya Palangka Raya, Ratna Samila Sari, hadir sebagai dewan juri pada Lomba Cipta Menu B2SA yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pulang Pisau, Jumat, 14 November 2025.

Samila menjelaskan bahwa penilaian lomba berfokus pada tiga kategori, yaitu kreasi resep, inovasi resep, serta plating dan kesesuaian gramasi dengan kebutuhan gizi keluarga. “Karena ini menu B2SA, beragam, bergizi, dan seimbang. Peserta harus menyajikan satu set menu makan siang untuk ayah, ibu, dan anak usia 12 tahun,” kata Samila.

Ia menegaskan, penilaian tidak hanya melihat rasa, tetapi juga ketepatan gramasi. Dari pengamatan, sebagian peserta masih kurang teliti dalam menyesuaikan porsi. “Ada yang menyajikan gramasi sama untuk ayah, ibu, dan anak. Padahal porsinya berbeda. Ayah harus lebih banyak, ibu menyesuaikan, dan anak lebih sedikit,” jelas Samila.

Selain itu, pemilihan menu untuk anak juga menjadi catatan. Beberapa masih menyajikan makanan pedas, seperti sambal dan lombok. Meski begitu, Samila mengapresiasi kreativitas peserta yang dinilainya cukup baik secara keseluruhan.

Ia juga menyoroti kecenderungan peserta yang terlalu fokus pada tampilan. “Ibu-ibu lebih berkonsentrasi pada garnish agar terlihat cantik. Padahal ini bukan lomba display, melainkan lomba mengolah makanan sesuai angka kecukupan gizi keluarga,” tegasnya.

Menurutnya, esensi lomba B2SA adalah bagaimana peserta mampu menghadirkan menu yang benar-benar seimbang antara beragam, bergizi, dan sesuai kebutuhan masing-masing anggota keluarga.

“Kreasi boleh, plating boleh, tapi jangan mengabaikan gramasi. Itu yang paling penting,” tutup Samila. (RETHA/)