BORNEONEWS, Sampit - Sri Rohani (52), pimpinan Yayasan Panti Asuhan Anninda Qolbu Sampit, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi korban penganiayaan oleh anak asuhnya sendiri.
Dari informasi yang dihumpun, kejadian itu terjadi pada 13 November 2025, sekitar pukul 10.30 WIB. Pelaku berinisial Rah (44) yang pernah menjadi anak asuhnya di Yayasan Pesantren Anninda Qolbu.
Menurut pengakuan korban dirinya dipukul beberapa kali di bagian belakang punggung dengan tangan kosng pada saat posisi korban berada diatas kursi roda.
Akibat pemukulan tersebut Sri Rohani mengalami retak tulang pipi hingga ke hidung dan mata. Sehingga harus dilarikan ke RSUD dr. Murjai Sampit untuk mendapat perawatan.
"Dia juga mengambil mandau kaya mau membunuh saya saya waktu itu tidak bisa apa-apa, anak-anak juga takut melihat pelaku membawa mandau," kata Sri Rohani, Jumat, 14 November 2025.
Beruntung, nyawa korban pada saat kejadian masih selamat dari amukan korban yang membawa mandau, lantaran ada anak-anak yayasan yang berteriak sehingga pelaku melarikan diri.
"Padahal pelaku ini sudah kami anggap sebagai keluarga sendiri, dia sering minta bantuan karena tidak memiliki kerjaan dan tempat tinggal, tapi malah saya dilakukan seperti ini," ujarnya.
Akibat kejadian ini, korban resmi melaporkan kepihak Polsek Baamang. Ia berharap polisi segera menangkap pelaku agar korban dan anak-anak yayasan panti asuhan dapat bernafas lega.
"Harapan saya semoga aparat kepolisian secepatnya dapat menagkap pelaku ini, karena sudah sangat kurang ajar dan hampir membunuh saya," tegas Sri Rohani. (BUDDI RAHMAT H/j)









