NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Selama tiga hari pelaksanaan Lamandau Expo di alun-alun kota, stand Polres Lamandau menjadi tempat pengaduan yang sering dikunjungi terkait kasus anak hilang atau anak yang terpisah dari orang tuanya. Padatnya pengunjung yang memadati area expo menjadi faktor utama penyebab kejadian ini.

Aiptu Fransisca Dhamayanti, seorang Polwan Polres Lamandau, mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, pihaknya sering menerima laporan mengenai anak-anak yang kehilangan orang tua mereka. 

"Setelah datang ke stand kami dan kami bantu, akhirnya mereka berhasil kembali berkumpul dengan keluarga mereka," ujarnya, Jumat, 14 November 2025.

Ia membeberkan, setidaknya sudah ada 4 anak yang mengaku terpisah dari orangtuanya. 

Membludaknya pengunjung Lamandau Expo tahun ini tidak lepas dari kehadiran artis ibukota yang tampil di panggung hiburan. Setiap malam, ribuan orang memadati alun-alun kota untuk menikmati hiburan yang disajikan. Hal ini tentu saja meningkatkan risiko anak-anak terpisah dari orang tua mereka di tengah keramaian.

Polres Lamandau mengimbau pengunjung Lamandau Expo, terutama yang membawa anak kecil, untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Selalu perhatikan keberadaan anak-anak dan pastikan mereka tidak terlepas dari pengawasan.

Selain itu, pengunjung juga diimbau untuk menjaga barang bawaan masing-masing dan menghindari membawa barang-barang berharga yang tidak diperlukan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas seperti pencurian atau kehilangan barang.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan saling menjaga, diharapkan pelaksanaan Lamandau Expo dapat berjalan dengan aman dan lancar, serta meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan seperti anak hilang atau tindak kriminalitas lainnya. (NATALIA KRISTIN/j)