NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lamandau terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan ketepatan pelaporan pemakaian alat kontrasepsi serta pelayanan keluarga berencana (KB) di wilayahnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan Koordinasi, Monitoring, dan Evaluasi (Monev) terkait penginputan laporan pada aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA) dan Sistem Informasi Rencana Kebutuhan Alat dan Obat Kontrasepsi (SIRIKA). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bidang KB Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DP3AP2KB Lamandau.

Monev dilaksanakan di berbagai Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan Balai Penyuluhan KB yang tersebar di Kecamatan Batang Kawa, Kecamatan Selang, Kecamatan Menthobi Raya, dan Kecamatan Lamandau.

Tujuan Monev memastikan kelancaran proses pelaporan data KB, meningkatkan pemahaman petugas dalam penggunaan aplikasi SIGA dan SIRIKA, serta memperkuat sinergi antara Penyuluh Lapangan KB (PLKB), bidan, dan tenaga kesehatan di lapangan.

Kepala DP3AP2KB Lamandau, Ahmad Alvian Aribowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memastikan data yang akurat dan valid.

"Data yang akurat akan sangat membantu kami dalam merencanakan dan melaksanakan program KB yang lebih efektif dan tepat sasaran," ujarnya, Jumat, 14 November 2025.

Dengan adanya kegiatan ini, DP3AP2KB Lamandau berharap dapat memperoleh data yang lebih akurat dan valid. Data ini sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan dan perencanaan program KB yang lebih efektif.

Diharapkan peningkatan kualitas data dan sinergi antar petugas di lapangan akan berdampak positif pada peningkatan kualitas layanan KB serta memperkuat program pembangunan keluarga di Kabupaten Lamandau. (NATALIA KRISTIN/j)