BORNEONEWS, Pulang Pisau – Praktisi boga dari Lembaga Pelatihan Multi Karya Palangka Raya, Ratna Samila Sari, mengatakan, kreasi menu berbahan pangan lokal yang ditampilkan para peserta lomba B2SA yang digelar Dinas Ketahanan Pulang Pisau sangat potensial untuk diangkat ke dalam daftar menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, inovasi para peserta menunjukkan bahwa pangan lokal mampu bersaing, baik dari sisi rasa maupun nilai gizi.
Samila mengatakan, seluruh menu yang disajikan peserta sudah memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) sehingga sangat layak dikembangkan lebih jauh.
“Bisa, bisa banget. Kreasi menu makanan lokal ini bisa dimasukkan ke menu-menu MBG. Secara nilai gizi juga aman, karena semua resep disajikan berdasarkan AKG,” kata Samila.
Ia menambahkan, kualitas gizi dalam menu-menu tersebut setara dengan yang biasa diterapkan di program MBG. “Nilai gizinya sama dengan yang disajikan di MBG. Apalagi ini diperuntukkan bagi anak usia 12 tahun, jadi sangat potensial untuk memenuhi kebutuhan harian mereka,” ujar Samila.
Lebih jauh, Samila menilai bahwa ke depan seharusnya ada dorongan lebih kuat agar dapur MBG semakin banyak memanfaatkan bahan dan olahan lokal. Ia mengungkapkan, Badan Gizi Nasional (BGN) juga sedang mengembangkan konsep business matching yang menghubungkan penyedia bahan lokal, termasuk UMKM, dengan kebutuhan dapur MBG.
“Harusnya ada. Kami di BGN juga sedang meng-create business matching untuk pemenuhan bahan-bahan lokal yang diproduksi UMKM supaya bisa digunakan di dapur MBG,” jelasnya.
Menurutnya, upaya itu tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para pelaku UMKM. Dengan suplai yang tepat, bahan pangan lokal dapat menjadi bagian penting dari konsumsi rutin di sekolah-sekolah penerima MBG.
Samila mengapresiasi dan mendapat kesan positif terhadap kreativitas para ibu-ibu peserta lomba. Ia menyebut antusiasme mereka menjadi bukti bahwa masyarakat mampu menciptakan menu sehat, lezat, dan bernilai gizi tinggi berbasis bahan lokal.
“Luar biasa. Ibu-ibu hari ini kreatif sekali, dan ini menunjukkan kalau pangan lokal bisa diolah menjadi menu yang modern dan bergizi,” pungkasnya. (RETHA/j)









