SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan setelah ditemukan satu porsi menu yang diduga ada ulatnya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Temuan ini memicu keprihatinan Anggota DPRD Kotim, Sihol Parningotan Lumban Gaol, yang menilai kejadian tersebut sebagai bentuk lemahnya pengawasan penyedia makanan.

"Sangat disayangkan kembali terjadi sajian makanan gratis yang tidak baik. Ini menjadi evaluasi mendalam bagi kita semua,” ujarnya, Sabtu, 15 November 2025.

Menurutnya, meski hanya satu porsi yang ditemukan berulat, dampaknya bisa meluas karena kasus tersebut terlanjur viral di media sosial. Ia khawatir para penerima manfaat akan enggan mengonsumsi menu MBG berikutnya.

“Akibat viral, dikhawatirkan para penerima makan bergizi gratis jadi enggan makan berikutnya. Kalau sampai tidak dimakan, program ini bisa jadi sia-sia atau tidak bermanfaat,” katanya.

Politisi Partai Demokrat itu meminta Badan Gizi Nasional agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, mengingat kasus serupa banyak terjadi di berbagai daerah. Ia menilai, tanpa perbaikan sistem pengawasan dan kualitas penyedia makanan, anggaran yang besar justru berpotensi terbuang percuma.

“Bila penerima manfaat tidak mau lagi memakan nantinya, apakah tidak membuang anggaran saja? Ini harus dievaluasi serius,” tambahnya.

Belajar dari berbagai kejadian yang muncul, Gaol mengusulkan agar mekanisme pemberian MBG diubah. Ia lebih setuju jika bantuan diberikan dalam bentuk uang harian yang dititipkan kepada siswa, bukan dibayarkan sekaligus. Dengan begitu, orang tua dapat mengatur penyediaan makanan bergizi sesuai kebutuhan anak.

“Penyediaan porsi MBG sebaiknya diserahkan ke orang tua siswa. Bantuan diberikan harian, bukan sekaligus, agar penggunaannya tepat,” pungkasnya. 

Adapun kejadian tersebut viral setelah video berdurasi 12 detik beredar di media sosial. Dalam video tersebut tampak beberapa siswa kaget setelah menemukan diduga belatung di dalam telur yang menjadi lauk program MBG.

“Gais, MBG kali ini ada belatungnya. Hi sudah sudah sudah. Langsung di lepeh,” ujar seseorang dalam rekaman itu.

Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG yang menangani MBG di sekolah tersebut hanya menjawab singkat bahwa itu ulat sayur dan belum memberikan keterangan lebih lanjut. (DEWI PATMALASARI/y)