BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kemarahan masyarakat Kapuas terhadap ulah sopir truk tangki yang abai terhadap keselamatan publik kembali memuncak. Insiden tumpahan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar terulang lagi di Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di Km. 9, wilayah Basarang, pada Sabtu siang, 15 November 2025.
Peristiwa ini bukan yang pertama, dan warga setempat mendesak tindakan tegas karena menilai ceceran solar di jalan raya telah menjadi ancaman serius bagi pengguna jalan.
Tumpahan solar tersebut terjadi di ruas jalan utama yang menghubungkan antarprovinsi di Kalimantan. Berdasarkan rekaman video dan laporan yang diunggah warga, aspal di lokasi kejadian tampak basah dan menghitam akibat ceceran minyak. Situasi diperparah dengan kondisi lalu lintas yang padat, di mana kendaraan berat dan pribadi terus hilir mudik dengan kecepatan tinggi, membuat permukaan jalan licin dan sangat berbahaya.
Kekesalan warga Kapuas diungkapkan secara langsung oleh Hairul, salah satu warga setempat, yang segera menanggapi informasi tersebut.
"Inikan jalan luar kota, lintas Kalimantan, sudah ramai, banyak kendaraan yang laju. Hal seperti ini rawan mengakibatkan kecelakaan fatal," ujarnya dengan nada khawatir.
Ia menekankan bahwa tumpahan solar di jalan yang ramai dan berkecepatan tinggi dapat dengan mudah menyebabkan kendaraan tergelincir, terutama bagi pengendara sepeda motor, yang berpotensi berujung pada kecelakaan maut.
Warga juga mempertanyakan tanggung jawab perusahaan pemilik truk tangki dalam mengawasi kondisi muatan dan kelaikan kendaraan mereka untuk melintasi jalan umum. (SABRIANOOR/H)









