KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Bakti Sosial Operasi Katarak Massal di Kabupaten Kapuas tidak hanya didukung penuh oleh Pemerintah Daerah, tetapi juga melibatkan kolaborasi erat antara pihak akademisi dan swasta, yakni dari Departemen Ilmu Kesehatan FKKMK UGM dan PT Erela.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan penglihatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kepala Departemen Ilmu Kesehatan FKKMK UGM, Muh. Bayu Sasongko, menjelaskan bahwa katarak merupakan kondisi degeneratif yang sangat umum terjadi seiring bertambahnya usia. Ia menegaskan secara medis bahwa hingga kini tidak ada obat yang mampu menghilangkan katarak selain melalui tindakan operasi.

“Katarak adalah kondisi yang berkaitan erat dengan pertambahan usia dan secara medis hanya dapat ditangani melalui operasi. Belum ada obat yang dapat menghilangkan katarak. Karena itu *screening* dan pemeriksaan dini sangat penting untuk menentukan tindakan operasi,” jelas dr. Bayu, Sabtu, 15 November 2025.

Kegiatan operasi katarak massal ini sendiri melibatkan kontribusi tenaga medis yang signifikan, yaitu 5 dokter junior dan 5 dokter senior dari UGM, serta sejumlah dokter senior dari Kalimantan Tengah yang turut hadir memberikan pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat Kapuas.

Sementara itu, dukungan juga datang dari pihak swasta. Presiden Direktur PT Erela,  Lily Radite Handojo, mengungkapkan bahwa perusahaannya berkomitmen mendukung masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup melalui akses kesehatan yang terjangkau.

“Melalui operasi katarak ini, kami berharap masyarakat Kapuas dapat kembali melihat dengan jelas dan menjalani kehidupan dengan lebih baik. Kami juga ingin membantu pemerintah dalam mengatasi kebutaan akibat katarak di berbagai wilayah Indonesia,” tutur Lily. 

Ia menambahkan bahwa PT Erela telah lama menjalin kerja sama dengan UGM dalam kegiatan bakti sosial katarak di berbagai daerah di Indonesia. (SABRIANOOR/H)