TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Setelah tujuh tahun tanpa penyelenggaraan, Festival Tandak Intan Kaharingan Tingkat Kabupaten Barito Timur kembali digelar dan resmi ditutup pada Sabtu, 15 November 2025.

Penutupan dilakukan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan (LPT-IK) Barito Timur, Dedy Matalata. Dalam momen kebangkitan tradisi tersebut, Kecamatan Dusun Tengah keluar sebagai juara umum dan sekaligus ditetapkan menjadi tuan rumah festival tingkat kabupaten pada 2026.

Dalam sambutannya, Dedy Matalata menyampaikan haru dan kebanggaannya atas terlaksananya festival yang berlangsung selama dua hari ini. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tahun ini memiliki makna besar karena kegiatan terakhir digelar pada 2018.

“Saya atas nama pribadi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, rasa haru dan bangga karena perjalanan kita melaksanakan Festival Tandak Intan Kaharingan sudah karena beberapa tahun vakum,” ujarnya.

Dedy mengakui, penyelenggaraan pada 2025 penuh tantangan, terutama terkait kesiapan dan anggaran.

“Barito Timur terakhir melaksanakan Festival Tandak Intan Kaharingan pada tahun 2018, dan pada tahun 2025 ini baru kembali diadakan walaupun sebenarnya kita belum sepenuhnya siap baik dari penganggaran maupun pelaksanaan,” jelasnya.

Para peserta yang meraih juara pertama dalam setiap kategori lomba akan mewakili Barito Timur pada Festival Tandak Intan Kaharingan Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Barito Utara pada 23–27 November 2025. Dedy mengingatkan bahwa amanah tersebut bukan tugas mudah.

“Mereka yang meraih juara 1 menanggung beban yang cukup berat karena mereka akan mewakili Barito Timur. Maka saya meminta kepada peserta agar mempersiapkan diri, kesehatan dan mental sehingga dapat mengikuti perlombaan dengan baik,” tegasnya.

Dedy mengingatkan bahwa urusan menang atau kalah nanti sepenuhnya menjadi kewenangan dewan juri.

“Kalau masalah menang atau kalah kita serahkan kepada dewan juri yang menilai, tapi yang pasti kita harus berusaha tampil maksimal,” katanya.

Dedy juga memberi semangat kepada peserta yang belum lolos ke tingkat provinsi agar tetap berlatih dan bersiap untuk seleksi tahun depan.

“Jangan berkecil hati karena tahun 2026 kita akan mengadakan seleksi lebih awal baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten,” tambahnya.

Ketua LPT-IK tersebut berharap dukungan pemerintah daerah dalam penganggaran tahun depan dapat diberikan lebih awal. Ia juga meminta pendamping peserta untuk aktif dalam pelatihan mengingat waktu menuju festival provinsi tinggal beberapa hari.

“Saya berharap para pendamping dapat membantu peserta mempersiapkan diri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Daerah Hindu Kaharingan Barito Timur, Hernanto, turut menyampaikan rasa harunya melihat antusiasme umat.

“Saya terharu melihat antusiasme umat Hindu Kaharingan yang ada di Barito Timur,” tuturnya.

Hernanto menyebutkan empat kecamatan yang paling dominan dalam mengikuti lomba, yakni Dusun Tengah, Paku, Awang dan Patangkep Tutui. Ia berpesan agar para pemenang tetap rendah hati dan peserta yang belum berhasil tidak berkecil hati.

“Yang menang jangan terlalu ber-euforia, yang kalah jangan sakit hati. Kalau memang belum maksimal nanti ditingkatkan pada festival berikutnya,” pesannya.

Hernanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan festival tahun ini.

“Terima kasih kepada pemerintah daerah, panitia pelaksana, serta semua yang telah mensukseskan Festival Tandak Intan Kaharingan,” ucapnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)