PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui berbagai langkah strategis.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DisdaldukKBP3APM) Kota Palangka Raya, Fitriyanto Leksono, menegaskan hal ini dalam sebuah pernyataan resmi.

Fitriyanto Leksono menyampaikan bahwa Pemko Palangka Raya berkomitmen untuk memperkuat kebijakan perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi layanan terpadu berbasis masyarakat.

"Kami menyadari bahwa perlindungan perempuan dan anak adalah isu krusial yang memerlukan perhatian serius. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk meningkatkan efektivitas program dan kebijakan yang ada," ujarnya, Minggu, 16 November 2025.

Pemko juga berupaya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Kami memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas kepada para petugas di berbagai tingkatan, mulai dari tingkat kelurahan hingga tingkat kota. Hal ini bertujuan agar mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk memberikan pelayanan yang optimal," jelasnya.

Pemko Palangka Raya juga mengoptimalkan layanan terpadu berbasis masyarakat. Layanan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pencegahan, penanganan, hingga rehabilitasi bagi korban kekerasan.

Layanan ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi masyarakat sipil.

Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, Pemko Palangka Raya berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. Mari kita bersama-sama menciptakan Palangka Raya yang ramah dan aman bagi semua," pungkas Fitriyanto. (PATHUR)