PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhajirin, kembali melaksanakan kegiatan reses di daerah pemilihannya yang meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.

Dalam pertemuan dengan masyarakat di berbagai desa, aspirasi terkait infrastruktur dasar dan kesejahteraan petani mendominasi keluhan yang disampaikan.

Muhajirin mengungkapkan bahwa masalah infrastruktur, terutama kondisi jalan desa yang rusak dan sulit dilalui, menjadi keluhan yang paling sering diterima dari masyarakat.

"Setiap turun ke lapangan, hampir selalu yang dikeluhkan masyarakat itu soal infrastruktur, terutama jalan-jalan di desa yang masih rusak dan sulit dilalui. Mereka berharap pemerintah bisa memperhatikan hal ini," ujarnya, Minggu, 16 November 2025.

Ia menjelaskan bahwa kondisi jalan yang buruk tidak hanya memperlambat mobilitas masyarakat, tetapi juga menghambat distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber ekonomi utama warga pedesaan.

"Persoalan infrastruktur masih menjadi kebutuhan mendesak di banyak desa. Jalan yang rusak bukan hanya menghambat aktivitas warga, tapi juga memengaruhi distribusi hasil pertanian dan perekonomian masyarakat setempat," tambahnya.

Muhajirin juga menyoroti masalah air bersih yang masih menjadi tantangan di sejumlah kawasan. Ia menyebutkan bahwa sebagian daerah mengalami kesulitan membangun sumur bor karena kondisi geografis yang tidak memungkinkan.

"Air bersih ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Banyak warga yang kesulitan mendapatkan air layak konsumsi, dan ini harus segera dicarikan solusi karena berkaitan langsung dengan kesehatan," jelasnya.

Dalam dialog bersama warga, Muhajirin juga menerima keluhan dari kalangan petani yang mengalami gagal panen akibat perubahan cuaca ekstrem.

Banjir yang sering melanda lahan pertanian menjadi penyebab utama menurunnya hasil produksi dan pendapatan petani.

"Musim yang tidak menentu sering kali menyebabkan banjir di lahan pertanian warga. Akibatnya, hasil panen berkurang dan ekonomi masyarakat pun terdampak," ujarnya.

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Muhajirin menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui jalur legislatif agar bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

"Harapan kami, semua aspirasi yang disampaikan bisa segera direspons dan ditindaklanjuti, agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat," tutupnya.

Melalui kegiatan reses ini, Muhajirin berharap hasil serap aspirasi dapat menjadi dasar bagi perencanaan pembangunan daerah yang lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat desa, terutama dalam memperkuat sektor infrastruktur, layanan dasar, dan ketahanan ekonomi pedesaan. (PATHUR)