PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rizky Djaya, memimpin langsung rombongan GAPKI Kalteng untuk menghadiri Indonesian Palm Oil Conference atau IPOC 2025 yang digelar pada 12–14 November 2025 di The Westin Resort Nusa Dua, Bali.

Kehadiran rombongan GAPKI Kalteng ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalteng, Rawing Rambang yang menyebut bahwa agenda tersebut menjadi momen penting untuk memperkuat wawasan dan jejaring pelaku industri sawit daerah.

IPOC dikenal sebagai konferensi kelapa sawit terbesar di dunia dan menjadi ajang bergengsi bagi pelaku industri kelapa sawit nasional maupun internasional.

Tahun sebelumnya, acara ini tercatat dihadiri lebih dari 1.500 peserta dari 20 negara, terdiri dari pengusaha, pelaku pasar global, lembaga pemerintah, akademisi, dan para petani sawit.

Pada tahun 2025, GAPKI kembali mengusung tema besar “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy and Global Trade”.

Tema ini dipilih sebagai respons terhadap dinamika global yang semakin kompleks, utamanya terkait tata kelola industri sawit, perkembangan kebijakan energi berbasis biofuel, dan perubahan lanskap perdagangan internasional yang berpengaruh langsung pada sektor sawit Indonesia.

Rawing Rambang menjelaskan bahwa rombongan GAPKI Kalteng berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian diskusi dan sesi panel yang menghadirkan tokoh-tokoh kunci industri sawit dunia.

“IPOC selalu menjadi ruang strategis untuk memahami arah kebijakan nasional dan global, sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Tengah sebagai daerah penghasil sawit yang terus berkembang,” ujar Rawing kepada Borneonews pada Minggu, 16 November 2025.

Selain membahas isu tata kelola dan kebijakan biofuel, konferensi ini juga akan memaparkan perkembangan supply–demand minyak sawit global serta memberikan prakiraan harga minyak sawit tahun 2026.

Informasi ini menjadi acuan penting bagi pelaku usaha, terutama dalam menentukan strategi bisnis menghadapi tahun mendatang.

Dengan kehadiran langsung dipimpin Ketua GAPKI Kalteng, partisipasi ini diharapkan mampu memperluas wawasan serta jejaring industri, sekaligus memperkuat kontribusi Kalimantan Tengah dalam pembangunan sektor kelapa sawit nasional.(TESTI PRISCILLA)