BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT Kalimantan Tengah kembali mencatatkan tren positif. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional atau Sakernas Agustus 2025, TPT Kalteng berada di angka 3,97 persen, menegaskan peningkatan kapasitas pasar kerja dalam menyerap tenaga kerja di daerah tersebut.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa TPT merupakan indikator penting untuk mengetahui seberapa banyak tenaga kerja yang belum terserap oleh lapangan usaha.
“TPT menggambarkan masih adanya pasokan tenaga kerja yang belum termanfaatkan secara optimal. Artinya masih ada penduduk yang ingin bekerja, tetapi belum mendapatkan pekerjaan,” kata Agnes pada Minggu, 16 November 2025.
Dengan angka 3,97 persen, lanjut Agnes, berarti dari setiap 100 orang angkatan kerja di Kalteng, terdapat sekitar tiga hingga empat orang yang belum memperoleh pekerjaan. Meskipun demikian, kondisi ini menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dalam tiga tahun terakhir, TPT Kalimantan Tengah terus menurun. Ini sejalan dengan berkurangnya jumlah penganggur, yang menandakan peluang kerja semakin terbuka,” kata Agnes.
BPS mencatat, bila dibandingkan dengan kondisi Agustus 2024, TPT Kalteng turun sebesar 0,04 persen poin, atau setara dengan 0,02 ribu orang penganggur. Penurunan ini dinilai sebagai sinyal positif terhadap dinamika pasar kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Agnes menambahkan bahwa pemerintah daerah dan pelaku usaha perlu terus menjaga momentum ini melalui penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan kualitas tenaga kerja.
“Kami berharap tren penurunan pengangguran ini dapat terus berlanjut melalui kebijakan dan program peningkatan kompetensi yang tepat sasaran,” tuturnya.
Menurut BPS, kondisi ini menunjukkan bahwa meski tantangan ketenagakerjaan masih ada, Kalimantan Tengah berada pada arah yang semakin baik dalam menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat. (TESTI PRISCILLA/J)









