PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tren menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT Kalimantan Tengah pada Agustus 2025 turut terlihat ketika ditinjau berdasarkan jenis kelamin. Setelah sebelumnya BPS Kalteng melaporkan bahwa TPT umum turun menjadi 3,97 persen, data terbaru menunjukkan dinamika berbeda antara tenaga kerja laki-laki dan perempuan.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa pada Agustus 2025, TPT laki-laki tercatat sebesar 3,71 persen, lebih rendah dibandingkan TPT perempuan yang mencapai 4,43 persen. Meski demikian, pergerakan angkanya menunjukkan arah yang tidak sama.

“TPT laki-laki justru mengalami peningkatan, sedangkan TPT perempuan mengalami penurunan yang cukup signifikan,” kata Agnes pada Minggu, 16 November 2025.

Dibandingkan Agustus 2024, TPT laki-laki meningkat 0,41 persen poin. Agnes menjelaskan bahwa kenaikan ini mengindikasikan meningkatnya kompetisi di sektor-sektor yang banyak melibatkan tenaga kerja laki-laki.

“Kenaikan TPT laki-laki menunjukkan sebagian segmen pasar kerja mengalami tekanan, terutama pada bidang yang padat karya dan umumnya didominasi laki-laki,” ujarnya.

Sebaliknya, TPT perempuan justru menurun mencapai 0,91 persen poin dalam setahun terakhir. Penurunan ini dinilai sebagai sinyal positif bagi peningkatan akses kerja bagi perempuan.

“Turunnya TPT perempuan cukup signifikan. Ini menunjukkan adanya perluasan peluang kerja yang lebih baik bagi perempuan, baik di sektor formal maupun informal,” jelas Agnes.

Ia menambahkan bahwa tren positif ini berkaitan dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor jasa, perdagangan, serta kegiatan usaha rumah tangga yang banyak membuka peluang bagi pekerja perempuan.

“Struktur ekonomi yang makin beragam mampu memberi ruang kerja lebih luas bagi perempuan,” tegasnya.

Agnes berharap penurunan TPT perempuan dan tren penurunan TPT secara keseluruhan di Kalteng terus terjaga. Ia menegaskan perlunya peningkatan keterampilan tenaga kerja, terutama untuk menghadapi kebutuhan industri yang berubah cepat.

“Kami mendorong agar pelatihan dan pemberdayaan tenaga kerja terus diperkuat, sehingga baik laki-laki maupun perempuan memiliki peluang yang sama untuk terserap pasar kerja,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/J)