BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menekankan toleransi untuk generasi muda. Pernyatan ini ia sampaikan pada Kemah Bakti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Kegiatan itu diselenggarakan untuk memperingati Hari Toleransi Sedunia. Sebanyak 160 peserta dari berbagai SMA/sederajat di Kabupaten Lamandau berpartisipasi dalam kemah yang berlangsung selama tiga hari, hingga Minggu, 16 November 2025.
Bupati Rizky Aditya Putra mengapresiasi inisiatif dan persiapan FKUB Kabupaten Lamandau dalam penyelenggaraan acara ini. Ia menekankan bahwa kemah kerukunan bukan hanya sekadar pertemuan rutin, melainkan sarana pembelajaran penting bagi generasi muda untuk mempererat harmoni di tengah keberagaman.
"Kerukunan antarumat beragama adalah fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan ketenteraman masyarakat," ujarnya pada Minggu, 16 November 2025.
Ia menambahkan bahwa FKUB memiliki peran penting sebagai penghubung antar berbagai kelompok keagamaan dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.
Bupati menjelaskan bahwa kemah ini dirancang sebagai sarana efektif untuk mempererat hubungan antar peserta lintas agama. Melalui kegiatan bersama, diskusi, dan dialog terbuka, para siswa diharapkan dapat saling memahami nilai-nilai yang dianut masing-masing serta menghindari potensi kesalahpahaman.
"Di Lamandau, hidup berdampingan dalam perbedaan sudah menjadi tradisi. Bahkan, dalam satu keluarga pun bisa terdapat lebih dari satu keyakinan. Ini membuktikan betapa kuatnya nilai toleransi yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat kita," pungkasnya. (NATALIA KRISTIN/j)









