PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya  - Anggota DPRD  Palangka Raya, Jati Asmoro, menyatakan  untuk mengawasi secara ketat pelaksanaan program pemasangan sambungan rumah (SR) air bersih secara gratis oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Bahalap Kota Palangka Raya. Program yang menyasar wilayah Palangka Raya dan Tangkiling ini akan berlangsung sepanjang 2025-2026 dengan kuota 250 sambungan.

Menurut Jati, program ini merupakan langkah positif untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ia menekankan pentingnya pengawasan untuk memastikan program ini berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

"Program sambungan air bersih gratis ini sangat baik untuk membantu masyarakat, terutama MBR, dalam mendapatkan akses air bersih yang layak. Namun, kita harus memastikan program ini berjalan tepat sasaran dan tidak ada penyimpangan," ujarnya, Senin, 17 November 2025.

Lebih lanjut, Jati Asmoro menyoroti beberapa aspek penting yang perlu diawasi dalam pelaksanaan program ini, antara lain:

1. Ketepatan Sasaran: Memastikan bahwa penerima manfaat program ini adalah masyarakat yang benar-benar berhak dan membutuhkan.

2. Kualitas Pemasangan: Memastikan bahwa pemasangan sambungan air bersih dilakukan dengan standar yang baik dan menggunakan material yang berkualitas.

3. Sosialisasi Program: Memastikan bahwa informasi mengenai program ini tersampaikan dengan baik kepada masyarakat, sehingga mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini.

4. Transparansi dan Akuntabilitas: Memastikan bahwa pengelolaan program ini dilakukan secara transparan dan akuntabel, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Ia meminta Perumdam Tirta Bahalap untuk melibatkan tokoh masyarakat, RT/RW, dan kelurahan dalam proses seleksi penerima manfaat program ini. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan tidak ada pihak yang dirugikan.

"Perumdam harus melibatkan tokoh masyarakat dan perangkat kelurahan dalam proses seleksi penerima manfaat. Mereka lebih tahu kondisi masyarakat di lapangan dan dapat membantu memastikan bahwa bantuan diberikan kepada yang berhak," katanya.

Lanjutnya, pihaknya akan terus mengawal program ini agar berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Air bersih adalah kebutuhan dasar, dan setiap warga berhak untuk mendapatkannya. (MARINI/j)