PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), anggota DPRD Palangka Raya, Sumadi, menyampaikan imbauan penting terkait stabilitas harga ayam dan jaminan kesehatan unggas yang dijual di pasaran. 

Imbauan disampaikan agar tidak terjadi lonjakan harga ayam yang signifikan selama periode tersebut, serta memastikan bahwa ayam yang dikonsumsi masyarakat layak dan sehat.

Sumadi mengungkapkan bahwa kebutuhan akan daging ayam biasanya meningkat menjelang hari-hari besar keagamaan dan pergantian tahun. Hal ini seringkali dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk menaikkan harga secara tidak wajar, yang memberatkan masyarakat.

"Kami meminta kepada pemerintah daerah dan pihak terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap harga ayam di pasaran. Jangan sampai ada spekulasi yang merugikan masyarakat," mintanya, Senin, 17 November 2025.

Selain masalah harga, Sumadi juga menyoroti pentingnya jaminan kesehatan unggas. Ia meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya,  untuk secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap ayam-ayam yang dijual di pasar, guna memastikan tidak ada penyakit yang dapat membahayakan konsumen.

"Kesehatan ayam yang kita konsumsi harus terjamin. Jangan sampai masyarakat membeli ayam yang tidak sehat atau mengandung penyakit," tegasnya.

Sumadi menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan harga dan kondisi kesehatan ayam di pasaran menjelang Nataru. Jika ditemukan adanya pelanggaran atau indikasi yang merugikan masyarakat, ia tidak segan untuk mengambil tindakan tegas.

"Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga stabilitas harga dan kesehatan ayam di pasaran. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Nataru dengan tenang dan nyaman," pungkasnya. (MARINI/y)