KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Politik Terpadu Kabupaten Kapuas menggelar diskusi strategis bersama Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas, bertempat di Sekretariat DAD pada Senin, 17 November 2025. Pertemuan ini mengusung tema "Diskusi Kemitraan Adat untuk Penguatan Demokrasi Berbasis Huma Betang".

Kegiatan ini digagas sebagai jembatan untuk menyelaraskan program kerja Pokja dengan nilai-nilai luhur adat Dayak. Tujuan utamanya adalah memperkuat demokrasi lokal dengan menggali masukan, arahan, serta pandangan dari para tokoh adat. Forum ini sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan strategis antara Pokja dan lembaga adat demi mewujudkan partisipasi politik masyarakat yang harmonis, beretika, dan berlandaskan falsafah Huma Betang.

Diskusi yang dipimpin oleh Ketua DAD Kabupaten Kapuas, Gumer L. Satu, menegaskan bahwa penguatan demokrasi di Kapuas tidak dapat dipisahkan dari akar budaya lokal. Ia memaparkan empat pilar utama falsafah Huma Betang yang relevan, yaitu Kebersamaan, Kejujuran, Kesetaraan, dan Ketaatan pada hukum, baik hukum negara, hukum adat, maupun hukum alam.

Secara fundamental, Gumer L. Satu menambahkan satu pilar kelima yang menjadi fondasi spiritual dan moral, yakni Ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Pilar inilah yang menjadi dasar moral masyarakat Dayak dalam membangun kehidupan bersama yang damai, rukun, serta bermartabat di tengah keberagaman," ucapnya.

Dukungan penuh juga datang dari Koordinator Damang Kabupaten Kapuas, Manli D. Apil. Ia menekankan bahwa nilai-nilai adat, terutama semangat Huma Betang yang menjunjung tinggi kerukunan dan musyawarah, adalah modal sosial krusial untuk menciptakan demokrasi yang harmonis dan berkeadaban di Kapuas.

Sinergi ini disambut baik oleh para pengawas dan penyelenggara pemilu. Ketua Bawaslu Kapuas, Iswahyudi Wibowo, menilai kegiatan ini sangat relevan untuk pencegahan pelanggaran pemilu, karena mengangkat kearifan lokal dalam pendidikan politik. 

Senada, Komisioner KPU Kapuas, Dina Mariana, menyebut kolaborasi ini sejalan dengan program KPU "Sambang Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat" yang akan memperkuat edukasi politik secara berkelanjutan.

Sebagai penutup, Koordinator Pokja, Bella Saputra, yang juga Kabid Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Kapuas, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan masukan dari DAD serta Kedamangan.

"Kami berharap pertemuan ini menjadi langkah awal kemitraan yang semakin kokoh untuk membangun demokrasi Kapuas yang cerdas, damai, dan berkepribadian lokal," pungkasnya. (SABRIANOOR/y)