PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Maraknya penjualan ikan sungai di pasar-pasar tradisional Kota Palangka Raya menjadi perhatian serius Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung. 

Ia mengimbau, para nelayan lokal untuk tidak menggunakan alat tangkap ilegal seperti racun ikan, yang dapat merusak habitat perairan dan membahayakan kesehatan konsumen.

Nenie mengungkapkan keprihatinannya atas masih adanya praktik penangkapan ikan menggunakan racun, meskipun telah berulang kali disosialisasikan mengenai dampak negatifnya. 

Serta menekankan bahwa penggunaan racun tidak hanya merusak ekosistem sungai, tetapi juga dapat mencemari ikan yang dijual di pasar.

"Kami sangat menyayangkan masih adanya nelayan yang menggunakan racun ikan. Ini sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat," ujar Nenie, Senin, 17 November 2025.

Ia menjelaskan bahwa ikan yang terpapar racun dapat mengandung zat-zat kimia berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan saraf, kerusakan organ, bahkan kanker dalam jangka panjang.

Dirinya meminta kepada dinas terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas penangkapan ikan di sungai-sungai di wilayah Palangka Raya. Serta mendorong agar dilakukan pemeriksaan terhadap ikan-ikan yang dijual di pasar untuk memastikan tidak ada yang mengandung residu racun.

"Kami meminta dinas terkait untuk lebih aktif dalam melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku penangkapan ikan ilegal. Selain itu, perlu juga dilakukan pemeriksaan terhadap ikan-ikan yang dijual di pasar," tegasnya.

Nenie juga mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli ikan sungai. Lalu, menyarankan agar masyarakat membeli ikan dari pedagang yang terpercaya dan memastikan ikan tersebut segar dan tidak berbau aneh.

"Dengan adanya imbauan ini, diharapkan para nelayan dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan perairan dan beralih ke praktik penangkapan ikan yang lebih bertanggung jawab, serta masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam memilih ikan yang akan dikonsumsi," pungkasnya. (MARINI/H)