BORNEONEWS, Palangka Raya - Kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini, dengan perubahan suhu ekstrem dan curah hujan yang tidak terprediksi, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Kota Palangka Raya, terutama terkait dampaknya terhadap panen dan kualitas tanaman sayuran.
Sebagian warga yang mengandalkan sayuran lokal sebagai sumber pangan sehari-hari, merasa was-was akan potensi gagal panen dan penurunan kualitas sayuran yang beredar di pasaran.
"Kami khawatir sekali dengan cuaca seperti ini. Kadang panasnya menyengat, tiba-tiba hujan deras. Ini pasti berpengaruh pada tanaman sayuran," ujar Ani, seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja sayuran di Pasar Besar Palangka Raya, Senin, 17 November 2025.
Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh Bapak Rahmat, seorang pedagang sayuran di Pasar Besar Palangka Raya. Ia mengatakan bahwa beberapa jenis sayuran, seperti bayam, kangkung, dan sawi, menjadi lebih cepat layu dan membusuk akibat cuaca yang tidak menentu.
"Kalau cuacanya ekstrem seperti ini, sayuran jadi tidak tahan lama. Banyak yang cepat layu dan membusuk, jadi kami rugi," keluhnya.
Selain masalah kualitas, masyarakat juga khawatir akan potensi gagal panen yang dapat menyebabkan kelangkaan sayuran dan kenaikan harga. Mereka berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah-langkah antisipatif untuk membantu para petani mengatasi dampak cuaca ekstrem.
"Kami berharap pemerintah bisa memberikan bantuan kepada para petani, misalnya dengan memberikan bibit yang tahan terhadap cuaca ekstrem atau memberikan pelatihan tentang cara bercocok tanam yang baik di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu," kata Ibu Sinta, seorang warga yang memiliki kebun sayuran di pekarangan rumahnya.
Beberapa warga juga mengeluhkan bahwa harga sayuran di pasar mulai mengalami kenaikan akibat cuaca yang tidak menentu. Mereka berharap pemerintah dapat melakukan pengawasan terhadap harga sayuran dan mencegah adanya praktik penimbunan yang dapat memperparah situasi.
"Harga sayuran sekarang sudah mulai naik. Kami berharap pemerintah bisa mengendalikan harga agar tidak semakin memberatkan masyarakat," ujar Joko, seorang pekerja rumah makan di Palangka Raya.
Dengan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu, beberapa masyarakat Palangka Raya berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi para petani dan memastikan ketersediaan serta stabilitas harga sayuran di pasaran. (Marini/H)









