PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa program Kota Layak Anak (KLA) bukan hanya sekadar agenda pemerintah, melainkan sebuah gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Tujuannya adalah untuk memastikan setiap anak di Palangka Raya dapat tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal.

"Gerakan bersama ini menjadi kunci utama untuk mewujudkan Kota Palangka Raya sebagai Kota Layak Anak (KLA)," ungkap Zaini, Selasa, 18 November 2025.

Pemerintah Kota Palangka Raya, lanjutnya, berkomitmen dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) pada tahun 2025. Berbagai langkah strategis terus dijalankan untuk memenuhi semua kriteria yang ditetapkan dalam program KLA.

Zaini menyadari bahwa anak-anak adalah aset berharga dan penentu masa depan bangsa. Oleh karena itu, pemenuhan hak-hak anak, seperti hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, mendapatkan perlindungan, serta berpartisipasi aktif, harus menjadi tanggung jawab bersama.

"Menyadari pentingnya semua itu, maka Pemko Palangka Raya terus memperkuat sinergi lintas sektor dengan masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media untuk memenuhi semua kriteria Kota Layak Anak," jelas Zaini.

Kriteria Kota Layak Anak mencakup lima klaster hak anak, mulai dari hak sipil dan kebebasan, pengasuhan, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan khusus bagi anak.

Pemerintah Kota Palangka Raya ingin memastikan setiap kebijakan dan pelayanan publik selalu berperspektif anak. Anak-anak harus merasa aman, bahagia, dan memiliki ruang untuk berpartisipasi.

Zaini juga mengapresiasi capaian positif yang telah diraih Kota Palangka Raya dalam penyelenggaraan Kota Layak Anak.

"Saya mengingatkan bahwa masih banyak tantangan yang perlu diselesaikan, seperti peningkatan kualitas pengasuhan, penanganan kasus kekerasan terhadap anak, serta penyediaan ruang bermain dan kreatif yang aman," pungkasnya. (PATHUR/j)