PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebagai kelanjutan dari aksi korporasi pembiayaan sindikasi, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS menegaskan langkah ekspansinya melalui rencana akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari atau SML. Perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut telah beroperasi secara komersial di Kalimantan Tengah dengan total areal mencapai 11.046 hektare, menawarkan potensi signifikan bagi penguatan rantai pasok dan peningkatan efisiensi operasional SSMS.

Rencana akuisisi ini dipandang sebagai strategi jangka panjang yang selaras dengan visi pertumbuhan berkelanjutan Perseroan. Dengan penambahan aset perkebunan tersebut, SSMS menargetkan ekspansi kapasitas produksi sekaligus mempertegas posisi perusahaan sebagai pemain utama di industri kelapa sawit yang terus berkembang. Perseroan juga menegaskan bahwa seluruh fasilitas pembiayaan yang diterima telah sesuai regulasi dan tidak melanggar ketentuan apa pun dengan pihak ketiga, serta tidak memberi dampak negatif terhadap kondisi keuangan perusahaan.

Dukungan terhadap strategi besar SSMS juga datang dari perbankan nasional. Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto, menyampaikan bahwa BRI berkomitmen memperkuat ekosistem agribisnis melalui berbagai solusi layanan keuangan.

“Sebagai bank dengan jaringan kuat, BRI hadir mendukung sektor agribisnis. Kami tidak hanya memfasilitasi UMKM, tetapi juga sektor besar seperti SSMS Group melalui solusi terintegrasi BRI One Solutions,” ujarnya usai penandatanganan kesepakatan pembiayaan sindikasi SSMS dengan sejumlah bank dan lembaga keuangan nasional terkemuka senilai maksimal Rp5,2 triliun pada Selasa, 18 November 2025.

Agus menjelaskan bahwa BRI One Solutions mencakup layanan pengelolaan keuangan korporasi melalui Qlola, Trade Finance, Employee Benefits, hingga dukungan pembiayaan dan pendampingan bagi petani plasma melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurutnya, kolaborasi strategis antara pelaku industri seperti SSMS Group dan lembaga keuangan menjadi unsur penting bagi pertumbuhan sektor perkebunan nasional.

Melalui fasilitas sindikasi senilai Rp5,2 triliun tersebut, kebutuhan pembiayaan skala besar SSMS dapat dipenuhi secara lebih komprehensif dan efisien. Dana tersebut diprioritaskan untuk pengembangan kebun, pembangunan dan peningkatan infrastruktur, serta pembiayaan program keberlanjutan. Dukungan ini diharapkan mempercepat realisasi ekspansi perusahaan, termasuk percepatan akuisisi SML dan penguatan fondasi bisnis SSMS dalam jangka panjang. (TESTI PRISCILLA/j)