SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Wakil Ketua I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah, memberikan perhatian serius terhadap rendahnya kehadiran para kepala desa dan lurah dalam kegiatan tes urine yang digelar oleh Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) bersama Ketua DPRD Kotim.

Kegiatan tersebut menghadirkan damang, mantir adat, serta para camat, kades, dan lurah sebagai perpanjangan tangan pemerintahan di tingkat bawah.

Menurut Juliansyah, partisipasi para pemimpin wilayah sangat penting, mengingat upaya pemberantasan narkoba merupakan instruksi langsung dari Presiden untuk dituntaskan secara nasional.

“Yang sangat disayangkan, dari seluruh kepala desa dan lurah, kehadirannya bahkan tidak mencapai 90 persen. Kita tidak tahu apakah undangannya tidak sampai atau terlambat. Padahal pertemuan ini sangat penting untuk bersama-sama memerangi narkoba,” kata Juliansyah, Rabu, 19 November 2025.

Ia menegaskan, perang melawan narkotika tidak bisa dilakukan setengah hati. Semua pihak, terutama pemerintah desa dan kelurahan, harus berada di garis depan karena mereka berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Kita harus kompak. Jika mengetahui ada pemakai atau pengedar, segera laporkan. Apalagi kita sudah punya BNNK Kotim. Ada 168 desa dan 17 kelurahan yang harus turut bergerak memberantas narkoba,” ujarnya.

Juliansyah menambahkan, hasil tes urine yang dilakukan dalam kegiatan tersebut akan diproses sesuai ketentuan.

“Jika ada yang positif, tentu akan diserahkan kepada aparat yang berwenang,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI)