BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat tingkat pengangguran terbuka atau TPT di wilayah perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan perdesaan pada Agustus 2025. Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, mengatakan TPT perkotaan tercatat sebesar 4,17 persen, sedangkan TPT perdesaan berada pada level 3,79 persen.
“Perbedaan pola aktivitas ekonomi dan karakteristik pasar kerja di perkotaan membuat angka TPT di kota cenderung lebih tinggi. Namun jika dibandingkan tahun sebelumnya, TPT perkotaan justru menurun 0,11 persen poin,” ujar Agnes pada Rabu, 19 November 2025.
Sementara itu, TPT perdesaan pada periode yang sama tidak menunjukkan perubahan dibandingkan Agustus 2024. Stabilitas ini, menurut Agnes, menggambarkan pasar kerja di desa relatif konsisten, terutama karena tingginya serapan tenaga kerja sektor primer seperti pertanian dan perkebunan.
BPS juga mencatat TPT Kalimantan Tengah hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 berada di angka 3,97 persen.
“Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar tiga hingga empat orang yang masih mencari pekerjaan. Ini menjadi indikator bahwa sebagian tenaga kerja belum terserap optimal oleh lapangan usaha,” jelas Agnes.
Meski demikian, tren TPT secara umum menunjukkan perbaikan. Dalam tiga tahun terakhir, angka pengangguran di Kalteng terus menurun seiring berkurangnya jumlah pencari kerja. Dibandingkan tahun sebelumnya, TPT Agustus 2025 turun 0,04 persen poin, setara dengan penurunan 0,02 ribu orang penganggur.
Agnes menambahkan bahwa perbaikan ini mencerminkan penguatan pasar kerja di Kalimantan Tengah.
“Kondisi ini menunjukkan kapasitas ekonomi daerah dalam menciptakan lapangan kerja semakin membaik. Namun, tantangan di pasar kerja perkotaan tetap perlu mendapat perhatian,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)









