PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rapat Koordinasi TPAKD Semester II 2025 di Palangka Raya menghadirkan diskusi interaktif antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Jasa Keuangan, yang menjadi ruang penting untuk menyelaraskan strategi pengembangan ekonomi daerah.

Diskusi ini merupakan lanjutan dari pemaparan Asisten Direktur Senior OJK Kalteng, Andrianto Suhada, yang menjelaskan mekanisme penetapan komoditas unggulan serta pemetaan potensi di seluruh kabupaten/kota. Paparan tersebut memberi gambaran menyeluruh tentang sektor-sektor yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Kegiatan juga menghadirkan narasumber dari instansi vertikal, lembaga jasa keuangan, hingga kelompok tani buah naga Desa Kalampangan, yang memberikan perspektif langsung terkait tantangan dan peluang komoditas lokal.

Sebelumnya, apresiasi terhadap kolaborasi lintas pihak disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Kepala Biro Perekonomian, Said Salim. Ia berharap Rakor ini menjadi momentum penguatan sinergi sebagai dasar penyusunan strategi ekonomi daerah.

“Optimalisasi potensi komoditas unggulan sangat membutuhkan kolaborasi berkelanjutan,” kata Said dalam rilis OJK pada Rabu, 19 November 2025.

Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret untuk mempercepat penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal yang unggul dan berdaya saing. (TESTI PRISCILLA/H)