BORNEONEWS, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah preventif untuk melindungi pelajar dari paparan ekstremisme berbasis kekerasan dan potensi tindakan terorisme. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang diikuti pelajar SMA dan SMK di Kota Palangka Raya.
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah, menjelaskan bahwa upaya pencegahan perlu dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan saling terintegrasi. Menurutnya, ekstremisme yang mengarah pada terorisme merupakan keyakinan dan tindakan yang menggunakan kekerasan atau ancaman ekstrem untuk mendukung aksi teror.
Jika tidak diantisipasi sejak dini, lanjutnya, paham tersebut dapat menimbulkan ancaman serius bagi stabilitas negara serta ketenteraman masyarakat.
Darliansjah menegaskan bahwa penyelenggaraan sosialisasi ini merupakan wujud komitmen Pemprov Kalteng dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada masyarakat, terutama generasi muda, terhadap penyebaran paham radikal dan tindakan kekerasan.
Ia juga menyinggung insiden ledakan yang terjadi beberapa waktu lalu di salah satu masjid atau musala di lingkungan sekolah negeri di Jakarta. Peristiwa tersebut dianggap sebagai pengingat pentingnya peningkatan kewaspadaan dan pemahaman terhadap potensi bahaya ekstremisme.
“Melalui sosialisasi ini, para pelajar diharapkan dapat memahami dengan benar bahaya ekstremisme, tindakan kekerasan, dan terorisme, serta mengetahui langkah konkret untuk mencegahnya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kewaspadaan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat nilai kebangsaan serta menjaga keutuhan ideologi negara. Sosialisasi diikuti oleh puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Palangka Raya.









