SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur terus membenahi sistem pengangkutan sampah guna meningkatkan efektivitas pengelolaan dan mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Kepala DLH Kotim Marjuki mengatakan bahwa perbaikan sistem tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan armada, tetapi juga mencakup pengaturan jam operasional, optimalisasi peran petugas pengangkut sampah dalam Komunitas Pedrosa, serta penerapan pemilahan sampah di sejumlah depo.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Volume sampah yang dibuang ke TPA berangsur menurun seiring lancarnya alur pembuangan dari depo ke TPA. Delapan depo sampah di Kota Sampit kini lebih tertata, bersih, dan tidak lagi mengalami penumpukan.

"Pembuangan dari komunitas Pedrosa ke depo berjalan baik. Sampah tidak menumpuk karena langsung diangkut ke TPA, sehingga area depo tetap bersih dan tidak berbau," ujarnya.

Dampak lain adalah meningkatnya kepastian waktu kerja. Pengangkutan di depo umumnya selesai pada siang hari, memberi ruang bagi petugas untuk beristirahat sebelum melanjutkan tugas lainnya. Sementara itu, pemilahan sampah yang sudah mulai diterapkan membantu menekan jumlah sampah yang dibawa ke TPA.

Saat ini, rata-rata pengangkutan berada pada kisaran 15–17 rit per hari dengan total volume sekitar 70 ton, bahkan dapat turun hingga 10 rit pada hari tertentu. Angka ini jauh lebih rendah dibanding periode sebelumnya yang mencapai 25–35 rit dengan volume sekitar 130 ton per hari.

DLH Kotim saat ini memiliki 53 pegawai PPPK dan 115 petugas PPPK paruh waktu di lapangan. Pemerintah daerah berencana menambah 29 tenaga outsourcing untuk memperkuat operasional pengelolaan sampah.