BORNEONEWS, Palangka Raya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah Kalimantan Tengah di kancah internasional. dr. Lia Susanti.
Dokter RSUD Palangka Raya ini berhasil meraih APSR / J. Patrick Barron Medical Education Young Investigator Award 2025, salah satu penghargaan medis paling bergengsi di kawasan Asia-Pasifik.
Penghargaan ini diserahkan pada ajang Kongres APSR 2025 di Manila, Filipina, yang mempertemukan para ahli dan peneliti medis dari berbagai negara.
Dalam kompetisi yang diikuti ribuan kandidat peneliti muda Asia-Pasifik, hanya segelintir peserta yang terpilih sebagai penerima penghargaan tersebut setiap tahunnya.
Direktur RSUD Palangka Raya, dr. Abram Sidi Winasis menyampaikan apresiasi dan rasa bangga mendalam atas prestasi tersebut. “Selamat dan sukses untuk dr. Lia Susanti. Atas nama pribadi dan segenap Keluarga Besar RSUD Palangka Raya, kami mengucapkan selamat dan sukses untuk dr. Lia,” kata Abram di Palangka Raya, Kamis, 20 November 2025.
Ia menyebut keberhasilan ini menjadi bukti bahwa putra-putri daerah Kalimantan Tengah memiliki kemampuan yang tidak kalah dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Menurutnya, capaian ini juga memperlihatkan bahwa sumber daya manusia Kalteng berpotensi besar untuk terus berkembang dan memberi kontribusi bagi kemajuan dunia kesehatan.
Abram berharap prestasi dr. Lia menjadi pemacu bagi generasi muda Kalimantan Tengah, khususnya di bidang kesehatan, untuk terus menunjukkan kemampuan dan kompetensi terbaik. Ia juga menegaskan pentingnya semakin banyak putra-putri daerah yang berani tampil dan berprestasi di panggung nasional maupun internasional.
“Harapannya ke depan akan lebih banyak lagi putra-putri daerah Kalteng, terkhusus untuk profesi dokter dan juga profesi yang lain, yang bisa menunjukkan prestasinya di tingkat nasional dan internasional, sehingga posisi kita sebagai anak bangsa Indonesia akan semakin diperhitungkan di seluruh dunia, terutama menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045,” ujarnya.
dr. Lia meraih pengakuan internasional lewat penelitiannya berjudul “The Role of Epigallocatechin Gallate–Chlorogenic Acid (Green Tea and Green Coffee) on IL-6 Levels and Pulmonary Fibrosis Progression in Metabolic Syndrome Rats.”
Penelitian ini menyoroti potensi senyawa aktif dalam teh hijau dan kopi hijau dalam menekan perburukan fibrosis paru pada sindrom metabolik, terutama melalui pengaruh terhadap kadar IL-6. Karya ilmiah tersebut dinilai memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu respirasi dan pendidikan medis eksperimental.
“Semoga dengan penghargaan ini masyarakat Indonesia bisa terpacu untuk lebih bersemangat dalam melakukan penelitian dan mengharumkan nama Indonesia,” ujar dr. Lia Susanti di Manila, Kamis, 13 November 2025. (HERMAWAN DP/j)
RSUD Palangka Raya Apresiasi Prestasi dr. Lia Susanti
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Komentar (0)
Memuat komentar…







